Usul Game Online Masuk TKDN Direspon Luhut, Begini Katanya

Menteri Koordinator Bidan Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Jabodetabek hingga Bali kembali berlakukan PPKM Level 3 (Istimewa)
Menteri Koordinator Bidan Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Jabodetabek hingga Bali kembali berlakukan PPKM Level 3 (Istimewa)
0 Komentar

JAKARTA – Wamendag Jerry Sambuaga mengusulkan komponen digital seperti game online masuk dalam perhitungan sebagai salah satu komponen penyusun total kandungan dalam negeri (TKDN).

Ide tersebut langsung ditangkap Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan. Dia menyebut ide cemerlang tersebut yang harus dipertimbangkan.

“Usul wamendag bagus sekali. Ini perspektif baru dalam perhitungan komponen TKDN,” kata Luhut dalam rapat koordinasi pengembangan gim lokal antarkementerian, Kamis (30/9).

Baca Juga:Dorong Kualitas Perpustakaan, SMK Lugina Raih Akreditasi Standar NasionalPenyintas Covid-19 Diperbolehkan Vaksin Setelah Satu Bulan Sembuh

Dia menjelaskan perhitungan terhadap berapa persen komponen nasional selama ini memang hanya didasarkan pada komponen fisik.

Untuk produk handphone, misalnya, komponen yang dihitung adalah kaca, IC, casing dan lain-lain.

Sementara program yang terkandung dalam handphone itu sendiri tidak dihitung.

Dengan usulan tersebut, tambah Luhut, membuka perspektif baru bahwa industri tidak hanya menghasilkan produk-produk fisik tetapi juga digital.

Sementara Jerry Sambuaga memaparkan masuknya komponen digital dalam perhitungan TKDN akan bisa mengakselerasi kreativitas anak negeri dalam mengembangkan industri digital.

Dia mengaku sudah berkeliling Indonesia dan bertemu dengan para pembuat, pelaku, dan investor produk-produk digital. Potensinya menurut wamendag luar biasa.

“Yang harus dilakukan adalah fasilitasi secara holistik dan integratif, dari hulu ke hilir dan oleh semua stakeholder khususnya pemerintah,” tegas Jerry.

Terlebih lagi, katanya, pemasaran industri digital relatif sederhana. Tidak perlu pelabuhan, container dan sebagainya.

Baca Juga:Bejat! Bocah SD Digilir Tukang Ojek, Satu Pelaku Masih BuronKapolres Sukabumi Pertemukan Dua Perwakilan Ormas untuk Cegah Bentrokan Lagi

Menurut Jerry, yang diperlukan hanya integrasi digital itu sendiri, antara produsen, sistem pembayaran, dan langsung ke konsumen sehingga relatif mudah pengurusannya.

Jerry sudah mengamati industri digital di Korea Selatan. Negara itu diketahui punya industri game online dan aplikasi yang sudah mendunia.

Pendapatan Korea dari ekspor produk digital diketahui melebihi sektor lain, bahkan industri musik pop dan filmnya yang terkenal.

Dia menegaskan kolaborasi adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar, harus bisa membentuk ekosistem produk digital agar ada integrasi antara developer, provider, investor, dan sebagainya.

“Masuknya industri digital sebagai perhitungan TKDN akan berdampak sangat positif,” pungkas Jerry Sambuaga. (Jpnn)

0 Komentar