Pembangunan Persinyalan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Pembangunan Persinyalan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut
Pekerja mengoperasikan alat berat untuk menyelesaikan lintasan pada proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung di Lembah Teratai, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (8/8/2021). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan uji coba kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan akan dilaksanakan pada Oktober 2022 mendatang sementara pada Januari 2022, seluruh konstruksi beton proyek tersebut sudah tersambung sepenuhnya. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
0 Komentar

BANDUNG – PT KCIC melakukan percepatan konstruksi dan persiapan Operation Maintenance Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, termasuk di antaranya menyiapkan sistem persinyalan yang menjadi salah satu kunci safety operation.

Manager Technical Design PT KCIC, Indra Yulianto dalam keterangan persnya, Jumat, mengatakan untuk persinyalan Kereta Api Cepat akan menggunakan Teknologi GSM-R sebagai teknologi transmisi data (train control data) mengadopsi teknologi yang dipakai di China Railway.

China Railway, kata dia, saat ini menggunakan sistem persinyalan CTCS-2 dan CTCS-3/GSM-R untuk mendukung pengoperasian jalur Kereta Api Cepat sepanjang 37.900 kilometer.

Baca Juga:Jangan Dibuang, Teh Basi Ternyata Punya 10 Manfaat IniKandungan Mikroplastik Ditemukan di Air Kemasan Galon Sekali Pakai

CTCS-2 digunakan untuk mendukung pengoperasian Kereta Api Cepat dengan kecepatan maksimum 300 km/jam dan CTCS-3/GSM-R dengan kecepatan
maksimum 350 km/jam.

Teknologi ini dipilih karena GSM-R sudah proven (terbukti) dari sisi keselamatan dan dioperasikan banyak operator Kereta Api Cepat di dunia seperti di Eropa, China, Arab Saudi, dan Maroko.

Teknologi ini juga termasuk teknologi yang stabil dan sudah terstandardisasi oleh UIC atau International Union of Railways (Uni Kereta Api Internasional).

Artinya bahwa teknologi CTCS-3/GSM-R masih akan diandalkan oleh sebagian besar operator Kereta Api Cepat di dunia dalam masa sekarang dan yang akan datang.

“Teknologi GSM-R ini adalah yang paling mapan dan sudah terbukti dari berbagai sisi untuk digunakan pada Kereta Api Cepat. Terutama dari sisi keamanan. Teknologi ini stabil, dari sisi proteksi terhadap interferensi frekuensi,” ujar Indra.

Adapun teknologi lainnya yang berbasiskan LTE, sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan.

“China Railway baru melakukan tahapan pengembangan teknologi LTE untuk mendukung pengoperasian Kereta Api Cepat, untuk sampai dengan tahapan implementasi masih membutuhkan waktu yang cukup lama serta biaya yang sangat besar untuk proses migrasi dari GSM-R ke LTE-R atau 5G-R,” kata dia.

Baca Juga:Jessica Iskandar Bersyukur Dilamar Vincent VerhaagRidwan Kamil: Pelaku Usaha Harus Optimis, Kita Akan Perbaiki

Indra menjelaskan, selain penggunaan frekuensi GSM-R, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dilengkapi dengan backup system dalam teknologi kontrol sistem
perkeretaapian.

Backup system ini disiapkan untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan persinyalan pada frekuensi GSM-R.

Pada saat persinyalan “turun” ke backup system, konsekuensinya adalah kecepatan jelajah maksimum kereta akan berkurang dari 350 km/jam menjadi 300 km/jam.

0 Komentar