Peneliti BRIN: Covid-19 Varian C.1.2 Tidak Lebih Berbahaya dari Varian VoI/ VoC

varian covid-19Ilustrasi - Delta sel virus corona(covid-19) makro dan varian minat MU (VOI),B.1.621,B.1.617.1,C.37.COVID 19 Delta plus,varian MU,Coronavirus bermutasi Pandemi penyakit flu SARS-CoV-2. ANTARA/Shutterstock/pri. afrika baru omicron Ilustrasi - Delta sel virus corona(covid-19) makro dan varian minat MU (VOI),B.1.621,B.1.617.1,C.37.COVID 19 Delta plus,varian MU,Coronavirus bermutasi Pandemi penyakit flu SARS-CoV-2. ANTARA/Shutterstock/pri.
Ilustrasi - Delta sel virus corona(covid-19) makro dan varian minat MU (VOI),B.1.621,B.1.617.1,C.37.COVID 19 Delta plus,varian MU,Coronavirus bermutasi Pandemi penyakit flu SARS-CoV-2. ANTARA/Shutterstock/pri.
0 Komentar

VoI juga diidentifikasi sebagai penyebab penularan komunitas yang signifikan atau beberapa kluster COVID-19 di banyak negara dengan prevalensi relatif yang meningkat bersamaan dengan peningkatan jumlah kasus dari waktu ke waktu atau dampak epidemiologis nyata lainnya yang menunjukkan risiko yang muncul terhadap kesehatan masyarakat global.

Sementara VoC adalah varian yang telah terbukti terkait dengan satu atau lebih perubahan berikut pada tingkat signifikansi kesehatan masyarakat global. Yakni peningkatan penularan atau perubahan yang merugikan dalam epidemiologi COVID-19; peningkatan virulensi atau perubahan presentasi penyakit klinis; atau penurunan efektivitas kesehatan masyarakat dan tindakan sosial atau diagnostik yang tersedia, vaksin, dan terapi. (antaranews)

 

0 Komentar