3 Hari, Target Perbaikan Saluran Pipa Pecah di Jalan Riau

Proses Perbaikan Pipa Pecah di Jalan Riau
Proses Perbaikan Pipa Pecah di Jalan Riau
0 Komentar

BANDUNG -Terjadi kebocoran pipa yang menyebabkan banjir di ruas jalan L.L.R.E Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung pada Sabtu (21/08) malam, menyebabkan banjir genangi kawasan jalan serta mengganggu jalur transportasi.

Tangani luapan air tersebut, Area Traffic Control System (ATCS) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung langsung berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung.

Diduga kebocoran berasal dari Pipa Induk milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtawening Kota Bandung-Jawa Barat, selain mengganggu aktivitas lalu lintas, insiden ini juga menyebabkan para pelanggan air Tirtawening alami kendala pasokan air

Baca Juga:Pemilu yang Merdeka dan Peran KewarganegaraanMerit Sistem Penempatan dalam Jabatan

Kebocoran pipa induk yang mengalirkan air baku dari Cisangkuy, Kabupaten Bandung ke Badak Singa, Kota Bandung tersebut menyebabkan genangan serta arus cukup deras pada Sabtu malam, sekitar pukul 19.30 WIB sebagian ruas Jalan Riau pun ditutup sementara.

“Instalasi pengolahan Badak Singa itu mendapatkan suplai air baku dari Cikalong sebesar 1.800 per detik, dihantarkan oleh dua pipa. Ada pipa lama dan pipa baru. Kebetulan yang pecah pipa Cisangkuy lama yang diameter 19 milimeter atau 90 sentimeter. Jenisnya gas airon,” ucap Sonny Salimi selaku Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung di Jalan Riau pada Minggu, (22/08)

Penyebab utama kebocoran ini adalah pecahnya saluran pipa yang sudah cukup berumur. Pihaknya tengah menyelidiki terkait pecahnya pipa induk tersebut.Meski demikian, ia memastikan pasokan air baku dari pusat mata air masih stabil antara 650-700 liter per detik.

“Artinya tak terjadi water hammer. Tinggal kami liat ada apa ini. Jelas banyak faktor akan kami kaji. Pipa ini beroperasi ke Badak Singa sampai sekarang sisa satu pipa sekitar 650 liter per detik. Kami maksimalkan kinerja air dari Sungai Cikapundung atau Dago Bengkok 650 liter per detik,” ujarnya.

Akan tetapi, pecahnya pipa induk tersebut membuat pasokan air baku untuk diolah berkurang sekitar 450 liter per detik yang mengakibatkan suplai ke pelanggan dipastikan akan berkurang.

“Semua terganggu, tapi enggak mati total. Ya biasa satu kubik jadi setengah kubik,” ungkapnya.

Sonny meminta kepada para pelanggan untuk maklum dan hemat air untuk beberapa hari kedepan. Pihaknya menargetkan perbaikan pipa dilakukan selama tiga hari, hingga benar-benar bisa digunakan kembali. Alat berat pun dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan pipa induk.

0 Komentar