Varian Delta Kurang Peka dengan Vaksin, Ini Akibatnya

Varian Delta Kurang Peka dengan Vaksin, Ini Akibatnya
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVISHIELD, produksi Serum Institute of India, pada seorang penggembala di kawasan hutan Distrik Pulwama, Kashmir selatan, Senin (7/6/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Ismail/rwa.
0 Komentar

INDIA – Sebuah studi yang dilakukan terhadap 100 tenaga kesehatan di tiga pusat di India menemukan bahwa varian Delta delapan kali kurang peka terhadap antibodi yang dihasilkan oleh vaksin COVID-19, demikian dilaporkan media setempat, Senin (5/7).

Penelitian itu, yang dinamai “Sars-Cov-2 B.1.617.2 Deltavariant Emergence and Vaccine Breakthrough: Collaborative Study”, juga menemukan bahwa varian tersebut memiliki kapasitas yang jauh lebih tinggi untuk menginfeksi orang lebih banyak.

Studi kolaboratif India itu dilakukan bersama dengan ilmuwan dari Cambridge Institute of Therapeutic Immunology and Infectious Disease (CITIID).

Baca Juga:Tekun Layani Nasabah 24 Jam, AgenBRILink Ini Kini Punya Kos-KosanTinjau Asrama Haji Pondok Gede, Presiden Jokowi: Kita Harapkan Kamis Sudah Bisa Dipakai

“Varian Delta B16172 tidak hanya mendominasi infeksi terobosan vaksin dengan viral load pernapasan yang lebih tinggi dibanding infeksi non-delta. Namun juga menghasilkan penularan yang lebih luas di antara petugas kesehatan yang divaksin lengkap, dibandingkan dengan varian lainnya B117 (varian Alpha) atau B16171 (varian Kappa),” menurut temuan studi tersebut.

Riset itu mengungkapkan bahwa varian Delta kurang peka terhadap antibodi penetral dari penyintas, dengan “efisiensi replikasi yang lebih tinggi” dibandingkan varian Alpha. (antaranews)

0 Komentar