BANDUNG – Peningkatan peminat sepeda selama pandemi memberikan dampak positif bagi bisnis perakitan sepeda. Salah satunya pabrik perakitan sepeda Kreuz di Jalan Rereng Adumanis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.
Selama pandemi, Kreuz mampu meningkatkan penjualannya. Diawali dengan satu prototipe pada tahun 2019, hingga kini mampu menjual kurang lebih sebanyak 150 sepeda tiap bulannya, dengan harga yang bervariasi antara Rp 15- 25 juta.
Saat mengunjungi pabrik tersebut dan melihat langsung perakitannya, Airlangga mengapresiasi produk sepeda lipat buatan PT Kreuz Bike Indonesia. Menurutnya, sepeda Kreuz Bike mampu bersaing dengan produk sejenis buatan pabrikan besar, bahkan produk impor.
Baca Juga:Pemerintah Terbitkan PP, Jamin Produk Tata Ruang Lebih TransparanBantu Perekonomian Terdampak Pandemi Covid-19, Raperda Ekraf Diharap Aplikatif
“Ini adalah karya engineering anak muda bangsa yang tentu harus didorong oleh pemerintah, karena ini sangat kompetitif dengan produk sejenis. Jadi ini luar biasa, kita apresiasi,” ungkap Airlangga.
“Sepeda ini nilainya kelas premium dan bisa bersaing dengan produksi luar negeri. Jadi, kami (pemerintah) bakal mendorong merk kreasi anak bangsa seperti Kreuz ini,” ucapnya.
Airlangga mengatakan kalau pemerintah juga telah membantu untuk standarisasinya dalam bentuk SNI, dan akan terus mendorong untuk peningkatan produksi sepeda Kreuz.
“Sekarang yang mau memesannya sampai harus menunggu 1,5 bulan. Itu hal yang luar biasa dan patut diapresiasi. Kami tentu akan terus dorong industri dalam negeri serta membantu dalam meningkatkan fasilitas produksi karena 70 persen komponennya dalam negeri,” ujar Airlangga.
Pembuatan sepeda Kreuz juga menggerakkan lima industri penunjang yang menjadi vendornya, sehingga hal tersebut menjadi nilai tambah di situasi pandemi.
