BANDUNG – Kota Bandung disebut sebagai kota yang ramah terhadap disabilitas. Namun penyediaan infrastruktur bagi penyandang disabilitas di fasilitas umum masih rendah.
Seperti petunjuk atau Guiding Block di trotoar, shelter dan lain sebagainya. Selain itu, keberadaan transportasi umum yang ramah disabilitas juga masih jarang.
“Pemkot sudah sedemikian rupa peduli terhadap disabilitas. Bandung juga kan disebut sebagai kota ramah disabilitas. Cuma kita juga tidak menampik bagaimana kekurangannya,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Tono Rusdiantono.
Baca Juga:Soal 3 Raperda Usulan Pemkot, Begini Kata Wakil Wali Kota DepokJalan Masuk ke TPA Sarimukti Dibiarkan Rusak
Tono juga menambahkan, fasilitas untuk penyandang disabilitas belum ada yang sempurna, termasuk akses disabilitas di kota yang masih harus dilengkapi.
Di samping itu, pembangunan guiding block untuk akses penyandang tunanetra dirasa tidak berfungsi. Karena, nyatanya, sebagian besar fasilitas tersebut malah digunakan untuk tempat berjualan. Belum lagi sejumlah paving block yang lepas, serta terhalang pohon atau tiang listrik.
“Ya kemaren saya sudah cek. Saya sudah sampaikan ke SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait hal itu. Nanti mungkin seperti dibentuk komisi disabilitas,” katanya.
Terkait pembentukan komisi disabilitas, Tono mengatakan hal tersebut masih harus perlu perencanaan matang.
“Jangan sampai dibentuk tapi implementasi produktivitasnya kurang, jadi harus direncanakan dulu,” pungkasnya. (MG8)
