Evaluasi PTM di Cimahi, Begini Penjelasan Disdik

SIMULASI PTM: Sebelum masuk kelas, siswa dianjurkan untuk mencuci tangan dahulu. Lokasi: SD Negeri Cimahi Mandiri II, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, beberapa waktu lalu. (Intan Aida/Jabar Ekspres)
SIMULASI PTM: Sebelum masuk kelas, siswa dianjurkan untuk mencuci tangan dahulu. Lokasi: SD Negeri Cimahi Mandiri II, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Senin (24/5)(Intan Aida/Jabar Ekspres)
0 Komentar

CIMAHI – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono mengatakan, dalam waktu satu pekan selama 6 hari, simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang selesai dilakukan sejumlah PAUD/TK, SD, dan SMP telah disampaikan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.

“Telah dilaporkan kondisi terakhir karena kami mau memonitor perkembangan covid di sekolah itu setiap hari, untuk siswa maupun guru,” kata Harjono, di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Rabu (2/6).

Perlu diketahui, sejak  Senin (31/5) lalu hingga sampai hari ini, Rabu (2/6), tercatat ada lima siswa SD dan tiga siswa SMP yang dikabarkan terpapar positif Covid-19.

Baca Juga:Vaksinasi Lansia, Dinkes Depok Sebut Dosis Kedua Sudah Capai 22.588 OrangPascalebaran Hingga Sekarang, Desa Tanjungsari Sumedang Nihil Kasus Covid-19

Adapun Harjono menjelaskan, terpaparnya pelajar tersebut bukanlah berasal dari pelaksanaan simulasi PTM. Melainkan sebelum pelaksanaan simulasi dimulai.

Oleh karena itu, sesuai dengan kesepakatan sekolah, jika ada siswa atau guru yang terkonfirmasi positif maka sekolah tersebut akan ditunda untuk melaksanakan PTM.

“Kemarin ada 8 sekolah yang kita tunda proses simulasinya untuk SD, dan SMP ada dua,” bebernya.

“Tinggal dua yang simulasinya akan direncanakan. Baru dilaporkan akan dimulai lagi 2 hari yaitu tanggal 7 (Juni, red) dan tanggal 8 (Juni),” sambungnya.

Berdasarkan laporan terakhir, ada guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah satu kasus, yakni menjadi 3 kasus.

“Sudah memutuskan di dalam rapat, untuk PTM yang mulai tanggal 19 Juli sebagai hari pertama semester ganjil tahun ajaran baru 2021/2022. Akan kita lihat kondisi terakhir covid di bulan Juli,” terangnya.

“Kalau misalnya di bulan Juli itu kondisinya tidak memungkinkan maka harus ditunda dulu selama satu bulan, apakah ada perkembangan atau tidak,” tuturnya.

Baca Juga:Guna Percepat Perizinan, DPMPTSP Kabupaten Bandung Kembangkan Sistem DigitalisasiHujan Deras, Sejumlah Wilayah KBB Diterjang Longsor

Harjono mengkhawatirkan, guru SMP tersebut ada siswa yang satu komplek dengan guru yang bersangkutan.

Hal ini sudah dinyatakan bahwa ia terkonfirmasi positif Covid-19. Juga di dalam satu komplek tersebut siswa tersebut terpapar Covid-19. (Mg5)

0 Komentar