oleh

23 Juta Pekerjaan Akan Hilang, Begini Strategi Pemerintah

JAKARTA – Pemerintah memperkirakan, bahwa pada 2030 mendatang, sebanyak 23 juta pekerjaan bakal hilang yang diakibatkan faktor digitalisasi. Artinya, jutaan pekerjaan yang hilang tersebut akan digantikan dengan munculnya jutaan pekerjaan baru.

Lantas, bagaimana langkah pemerintah untuk mengantisipasi fenomena tersebut? Mengingat, jumlah pencari pekerjaan di Tanah air setiap tahunnya terus meningkat.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Bambang Satrio Lelono menyatakan, bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi hilangnya 23 juta pekerjaan akibat digitalisasi pada 2030 mendatang.

“Sebetulnya, otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam proses produksi membuka lapangan pekerjaan akan lebih banyak lagi, yaitu antara 27-46 juta pekerjaan. Permasalahannya, pekerjaan baru itu membutuhkan tuntutan kompetensi yang baru. Inilah yang harus kita siapkan,” kata Bambang di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Dari beberapa strategi yang telah disiapkan, kata Bambang, terkait pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat analisis dan pengembangan informasi pasar tenaga kerja melalui sistem informasi ketenagakerjaan (Sisnaker).

“Sisnaker yakni ekosistem digital yang akan menjadi platform bagi segala jenis layanan publik dan aktivitas ketenagakerjaan baik di pusat dan daerah,” terangnya.

Selain itu, lanjut Bambang, Kemenaker juga tengah mentransformasikan model pelatihan kerja menjadi berbasis digital. Caranya, dengan mengurangi pelatihan tatap muka dan menggabungkannya dengan pelatih online.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga