Hasil Belajar Siswa Alami Penurunan

Hasil Belajar Siswa Alami Penurunan
Siswa mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka di SD Widiatmika, Jimbaran, Badung, Bali, Selasa (8/12/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk menyiapkan berbagai protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di lingkungan sekolah menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dimulai pada awal bulan Januari 2021. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.
0 Komentar

“Learning lost tanda-tandanya sudah mulai tampak. 20 persen sekolah menyatakan sebagian siswa tidak memenuhi standar kompetensi,” kata Totok.

Kendati demikian, kata Totok, dari hasil asesmen diagnostik tersebut, 80 persen siswa masih mampu mencapai hasil belajar di tengah pandemi. Namun, bukan berarti angka 80 persen itu akan terus bertahan. Terlebih, mengingat PJJ masih akan terus berlangsung.

Menyingkapi persoalan tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap meyakini, bahwa lost generation tidak akan terjadi pada pendidkan, meski faktanya terjadi penurunan hasil belajar siswa selama pandemi.

Baca Juga:Teknologi dalam Drama Korea Start-Up Kini Hadir di Jawa BaratAmbroncius Bersikap Rasis kepada Pigai, Komnas HAM: Bisa Dipidana

“Saya kira tidak akan terjadi (lost generation),” kata Wakil Sekjen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jejen Musah.

Jejen mengungkapkan, bahwa belum lama ini PGRI menggagas lomba menulis yang diikuti sekitar seribu guru dari 34 provinsi pada akhir 2020. Peserta diminta menuliskan pengalaman mereka menjalani PJJ selama ini.

“Dari karya yang masuk justru banyak cerita tentang inovas-inovasi guru yang tak pernah terbayangkan. Para guru sangat memanfaatkan media sosial seperti Facebook untuk melakukan pembelajaran,” terangnya.

Bahkan, kata Jeje, model guru kunjung menjadi satu tradisi yang membuat guru merasa dekat dengan para orang tua dan masyarakat. Pasalnya, ketika para guru datang ke rumah atau desa, disambut luar biasa oleh warga dan aparat desa.

Selain itu, guru beserta perangkat desa juga bekerja sama membangun infrastruktur internet guna mendukung pendidikan. Artinya, ada kesadaran lebih dari elemen masyarakat untuk tetap memastikan peserta didik tetap memperoleh pelajaran.

“Pandemi ini juga memunculkan kesadaran dari para orang tua ternyata mendidik itu tidak mudah. Sehingga, ada perubahan mindset terhadap guru,” pungkasnya. (der/fin)

0 Komentar