CIMAHI – Pada momen Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember ini, situasi tak mengenakan malah dialami 1.031 perempuan di Kota Cimahi. Sebab mereka harus merasakan derita terpapar Corona Virus Disease (Covid-19).
Dari total perempuan (usia ibu dan calon ibu) di Kota Cimahi ini, memang sudah banyak yang sembuh. Namun yang hingga saat ini terkonfirmasi positif terpapar virus korona juga masih banyak.
“Iya memang kebanyakan kasus positif di kita itu perempuan sampai saat ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, drg. Pratiwi saat ditemui, Selasa (22/12).
Baca Juga:Guru, PNS, Kades, Nakes Satu per Satu Dinyatakan Postif, Lampu Merah Covid-19 Di KarawangAntisipasi Kemacetan Selama Nataru
Total kasus Covid-19 secara keseluruhan di Kota Cimahi sendiri sudah mencapai 1.840 orang. Rinciannya, sebanyak 1.108 sudah dinyatakan sembuh, 54 orang meninggal dunia dan 678 masih aktif terpapar virus tersebut.
Dia membeberkan, perempuan lebih banyak yang terpapar virus korona disebabkan aktivitas di luar rumahnya lebih banyak. Seperti berbelanja ke pasar, pengajian dan berbagai kegiatan lainnya.
“Kalau laki-laki kan cenderung kebanyakan aktivitasnya di tempat kerja,” ujarnya.
Dalam momen peringatan Hari Ibu ini, dia berharap para ibu-ibu mampu menjadi pengingat di keluarganya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dari mulai disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak hingga menjaga imun tubuh.
“Intinya, patuhi protokol kesehatan supaya kita terhindar dari virus korona. Karena sementara ini obatnya cuma itu, sampai ada vaksin,” imbuh Pratiwi.
Pelaksana Tugas Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, peran ibu di tengah pandemi Covid-19 ini cukup berat. Sebab mereka harus berbagi peran, dari mulai mengurus keluarga seperti mendampingi anaknya belajar daring hingga ada yang menjadi tulang punggung keluarga.
“Peran itu disaat pandemi bisa dikatakan berat. Mereka juga kan ada yang menjadi garda terdepan penyembuhan Covid-19 sebagai dokter dan perawat,” ujarnya. (mg3/bam)
