oleh

BOP MDT Diduga Disunat

“Termasuk indikasi pemo­tongan BOP MDT oleh ok­num yang tidak bertanggung jawab, sebagai bagian dari kegiatan gratifikasi jika itu terbukti. Disinyalir pungu­tan 30 sampai 50 persen dari total anggaran Rp10 juta per diniyah. Indikasi pengarahan untuk memilih kepada salah satu kontestan dalam Pilkada 2020,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan, saat ini pihaknya akan men­gevaluasi hasil dari audiensi tersebut. Lalu, besok akan dilaporkan ke Kejaksaan Neg­eri Cianjur.

“Hari ini kita evaluasi dulu, besok kita akan laporkan ke kejaksaan. Jika ada bukti jelas untuk melaporkan ke kejaksaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKDT Kecamatan Pagelaran, Ja­maludin yang ikut hadir dalam audiensi itu memper­tanyakan diniyah mana yang menyatakan ada pemoton­gan BOP MDT.

“Harusnya didatangkan diniyah mana yang menya­takan ada pemotongan Rp 3 juta itu. Kalau ada saya bisa percaya, tapi tadi tidak dis­ebutkan,” terangnya.

Ia juga mengaku siap ber­tanggung jawab jika memang di Kecamatan Pagelaran ada pemotongan BOP MDT.

“Misalnya masih kurang puas, bisa dilihat bagiannya. Karena saya punya bukti,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Ke­menag Kabupaten Cianjur, Pardi memastikan tidak ada oknum Kemenag yang ter­libat dalam masalah ini. Ia pun berani menjamin hal tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.