oleh

Dewan Soroti Nasib BIJB

“Sebelum pandemi Covid-19 ini sudah ada rencana pemberangkatan haji embarkasi Jawa Barat akan melalui Kertajati, tidak melalui halim atau Soekarno Hatta,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya pun berharap agar semua elemen yang berkaitan dapat mendukung penuh pengembangan bandara Kertajati termasuk pemerintah pusat. “Yang memiliki kebijakan nasional juga turut mengarah agar aset-aset di Jawa Barat bisa terkelola dengan baik,” pungkasnya.

Sementara, dalam rangkaian forum investasi West Java Investment Summit (WJIS) 2020, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melakukan peninjau empat proyek investasi di Kabupaten Majalengka dan Subang.

Kertajati Industrial Estate Majalengka (KIEM), Business Park Kertajati Aerocity; groundbreaking Hotel Bintang 3 di Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) serta Rebana Technopolis Industrial Estate.

Uu mengatakan, KIEM merupakan satu dari 16 Project Investment Ready to Offer (IPRO) di WJIS 2020 yang memiliki nilai investasi Rp1,25 triliun atau 86,6 juta dolar Amerika Serikat (AS) dan berjarak sekitar 5 menit dari BIJB Kertajati serta 45 km dari Pelabuhan Patimban.

“Jadi terdapat tiga area di KIEM: industrial area, klaster area, dan business area. KIEM akan menjadi kawasan industri yang strategis dan menguntungkan bagi investor,” ujar Uu kepada wartawan, belum lama ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga