oleh

Pemkab Bandung Barat Tak Permasalahkan Pembentukan RUU Larangan Minuman Beralkohol

NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyetujui pemberlakuan RUU Minuman Beralkohol (Minol) yang saat ini masih dibahas Badan Legislasi (Banleg) DPR RI.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat Asep Sodikin mengatakan di KBB pihaknya sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) pembatasan konsumsi di tempat tertentu. Namun akan dikuatkan dengan penerapan RUU Minol untuk membatasi penjualan minuman beralkohol.

“Secara umum setuju-setuju saja, tapi saya pribadi belum baca RUU-nya. Hanya saja di KBB kita sudah ada Perda soal minuman beralkohol, jadi hanya boleh dikonsumsi di tempat tertentu,” ungkap Asep, Senin (16/11).

Baca Juga:  Miris! Mayoritas Tak Lulus SMA, Tingkat Pendidikan Perempuan Milenial Rendah

Sebagai daerah wisata terutama Lembang, penjualan minuman beralkohol memang tak bisa dihilangkan sepenuhnya namun penjualannya bisa dibatasi di tempat tertentu seperti hotel dan cafe.

“Memang ada di KBB yang menjual minuman beralkohol, tapi terbatas di cafe dan hotel saja. Karena kan banyak wisatawan yang dari mancanegara, kita jiga berusaha memenuhi (kebutuhan) mereka,” katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Rismanto mengungkapkan pihaknya mendukung pemberlakuan RUU Minuman beralkohol tersebut.

Baca Juga:  Terjaring Operasi Lodaya, Pemudik Nekat Tabrak Polisi

“Ya tentu kita mendukung karena memang itu wewenang DPR RI. Bahkan saya dengar ini masuk tahap penyelarasan di Badan Legislasi (Banleg) dan saya juga melihat komponen masyarakat juga mengapresiasi langkah DPR RI yang akan mengesahkan RUU Minol ini tentunya dengan berbagai alasan,” kata Rismanto.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga