BALEENDAH – Meski Kerajaan Saudi Arabia (KSA) telah membuka kembali ibadah umrah, sejauh ini Kementrian Agama (Kemenag) belum memberikan lampu hijau untuk teknis pelaksanaan ibadah itu.
Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Ishak Asnawi menuturkan, sebetulnya pemerintah KSA sudah membuka kran untuk pelaksanaan ibadah umrah sebanyak 650 ribu jamaah.
Meski begitu, mengenai teknis pelaksanaannya masih dibatasi. Bahkan, untuk Indonesia belum ada kepastian jamaah bisa melaksanakan ibadah umrah.
Baca Juga:Tidak Menaikan Upah, Adalah Jalan Tengah Terbaik Akibat Dampak Covid-19Kendaraan Wisatawan Jatuh ke Jurang di Maribaya, Beruntung Tersangkut di Pohon Bambu
“Indonesia belum dapat kepastian, izin tersebut diperuntukkan untuk negara mana saja kita belum tahu,”jelas Ishak kepada Jabar Ekspres, Kamis, (29/10)
Menurutnya, Kementerian Agama juga belum memberikan surat edaran tentang pelaksanan umroh di daerah. Jadi hingga saat ini masih belum ada kepastian.
“Kami belum mendapatkan kepastian, jamaah sebanyak 650 ribu itu apakah Indonesia kebagian atau tidak,”ucapnya.
Kendati begitu, utusan haji Indonesia sedang melobi Kementerian Haji Arab Saudi agar.mendapat kuota jamaah.
Ishak menegaskan, apabila Indonesia jadi negara yang diperolehkan untuk memberangkatkan jamaah umroh, maka diprioritaskan adalah calon jamaah yang sudah mendaftar lebih dulu tapi tertunda.
“Sedangkan calon jamaah umroh yang tertunda di seluruh Indonesia ada 36 ribu,”sebut dia.
Sementara untuk Kabupaten Bandung tidak ada jamaah umroh, sebab, selama pandemi pihaknya tidak menerima pendaftaran untuk umrah.
Baca Juga:Tiga Pasang Owa Jawa Dilepas di Hutan Gunung MalabarInternal Kadin Jabar Panas, Kubu Cucu Sutarsa Minta Konsongkan Gedung
“Berdasarkan laporan dari travel, tidak ada calon jamaah umroh asal Kabupaten Bandung, yang keberangkatan umrohnya tercancel. Karena pada Januari 2020 sudah berangkat semua,” tegasnya. (yul/yan)
