Pembangunan Astro Highland dan D’Ranch di Subang Dikhawatirkan Ganggu Lahan Konservasi dan Sumber Air

Pembangunan Astro Highland dan D'Ranch di Subang Dikhawatirkan Ganggu Lahan Konservasi dan Sumber Air
BELUM JELAS IJINNYA: Kawasan Astro Highland di kebun teh Ciater diduga belum ada ijinnya. (INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES)
0 Komentar

Terkait akan dibangunnya tempat wisata De’Ranch di sekitar Desa Ciater Iis juga kembali ingatkan pemerin­tah jika ada Perda nomor 1 tahun 2016 tentang kawasan lindung di Desa Ciater yang harus diperjelas.

“Mana saja yang disebut kawasan lindung di Desa Ciater, biar tidak memb­ingungkan. Kalau nanti ternyata kawasan wisata itu dibangun di atas kawasan lindung, ya jelas melang­gar. Jadi perjelas dulu yang dimaksud Perda nomor 1 tahun 2016 kawasan lind­ung di Desa Ciater itu yang mana apa semua Desa Ci­ater? Atau mana?” tambah­nya lagi.

Mewakili Pemda Subang, Asda 1 Asep Nuroni menang­gapi hal tersebut. Asep sepakat pembangunan harus sesuai aturan. Asep menyampaikan dibangun dimanapun ka­wasan wisata di Subang, tetap harus sesuai RUTR (Rancan­gan Umum Tata Ruang).

Baca Juga:Pemkab Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Cianjur SelatanWarga Keluhkan Proses Pencairan Bantuan Dana UMKM di Bank BRI

“Kuncinya semua sudah diatur oleh RUTR. Dimana kawasan industri, kawasan wisata begitu ya. Nah, se­lama itu tidak dilanggar ya sah-sah saja, tentunya den­gan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Dia tidak mau menanggapi lebih lanjut terkait pem­bangunan 2 tempat wisata di wilayah Subang Selatan, dengan alasan harus ada pengkajian lebih khusus. “Patokannya itu saja, RUTR,” pungkasnya.(idr/vry)

0 Komentar