Desak Berlakukan Jam Malam

Desak Berlakukan Jam Malam
TEMPAK WISATA- Suasana Lampion Park di malam hari, sebuah tempat baru yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Lokasi berdekatan dengan Monumen Bandung Lautan Api.
0 Komentar

Hal senada diutarakan Sosiolog dari Fisip Unpad, Ari Ganjar. Ia menilai jika wacana ini adalah salah satu upaya dari Pemkot Bandung untuk meningkatkan kesadaran warga terkait bahaya atau ancaman penyebaran covid-19.

Bahkan menurutnya, jam malam ini menjadi sebuah rem darurat di tengah meningkatnya angka penyebaran covid-19.

“Dengan adanya jam malam ini menjadi sebuah rem darurat, salah satu upaya dari pemerintah kota untuk kembali menekan angka penyebaran covid-19,” kata Ari.

Baca Juga:TNI-Polri Perkuat Sinergitas Kawal PembangunanDisnaker Kota Bandung Catat 275 Ribu Pekerja Penerima Bantuan Rp 600 Ribu

Dia pun mengaharapkan adanya peningkatan kesadaran warga jika jam malam benar-benar diterapkan di kota Bandung.

Ari menekankan, penanganan covid-19 ini akan berhasil atau tidak kuncinya ada di masyarakat. Jika masyarakat disiplin maka tentu penanganan akan lebih cepat.

“Kalau dari prilaku masyarakatnya tidak menunjang terhadap apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, program apapun akan sia-sia,” tegasnya.

Setelah diakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemerintah menetapkan jika kini Kota Bandung berada di fase adaptasi kebiasaan baru (AKB). Beberapa sektor mendapatkan relaksasi pada AKB ini.

Sayangnya, banyak warga salah mengartikan AKB. Banyak dari warga mengartikan AKB ini sebagai normal kembali. Padahal sejatinya pandemi ini belum berakhir dan potensi penyebaran covid-19 masih ada dan nyata.

“Kita lihat sebagian masyarakat ini kebablasan, menganggap bahwa kondisi ini seolah-olah pandemi sudah berakhir padahal angkanya semakin meningkat setiap hari,” pungkasnya. (bbs/tur)

0 Komentar