Massa Tolak RUU HIP yang Bikin Gaduh Publik

Massa Tolak RUU HIP yang Bikin Gaduh Publik
SUARAKAN KECAMAN: Ratusan massa saat menyuarakan menolak RUU HIP di Gedung Sate Bandung. Mereka meminta agar DPR tak meneruskan pembahasan karena dinilai memunculkan komunis di Indonesia.
0 Komentar

BANDUNG – Ratusan massa turun ke jalan untuk menyuarakan menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). RUU tersebut menuai perdebatan di lembaga wakil rakyat bahkan memancing umat Islam di seluruh daerah.

Ketua Forum Umat Islam Siaga Umat (Formasi), Encep Saepudin menegaskan, akan terus menjaga Pancasila dan NKRI serta mendukung maklumat MUI untuk menghentikan RUU HIP.

“Tangkap dan periksa perancang RUU HIP. Siapa dia? Dia adalah petugas partai. Tolong pihak keamanan jangan berpilih kasih. Komunis adalah adalah musuh rakyat Indonesia,” tegas Encep disela aksi di depan Gedung Sate Bandung, kemarin (24/6).

Baca Juga:Sempat Terhenti, Pelayanan Imunisasi Kembali Berjalan400 Ribu Lebih Warga Cimahi-KBB Belum Terdaftar BPJS Kesehatan

Encep menjelaskan, pihaknya akan melakukan edukasi tentang sejarah dan kerusakan paham komunis kepada masyarakat, khususnya kaum muda, terkait pentingnya pancasila sebagai pondasi awal Indonesia dan NKRI. “Kami ingin anak-anak kami yang lahir di tahun 90-an tahu apa itu komunis. Karena sejarah telah dihilangkan,” jelasnya.

Encep menegaskan, komunisme haram berdiri tegak di Republik Indonesia dan komunis merupakan atheis yang merajalela di Indonesia.

“Saya sebagai forum umat Islam bangga menjadi musuh komunis. Kenapa komunis tidak ditangkap dan dihukum saat berbicara Trisila. Sedangkan para ulama kami ditangkap ketika berbicara seperti itu,” tegasnya.

Tak hanya itu, dia menyatakan, pihaknya akan melawan terhadap kedzoliman kepada umat Islam dan rakyat Indonesia. “Kami sedang dijajah, kami ini juga akan melawan kedzoliman ini,” paparnya.

Dalam pantauan, massa aksi membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan penolakan terhadap RUU HIP. Antara lain bertuliskan ‘Tolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila’ dan ‘PKI itu pengkhianat’.

Selain itu, terdengar massa aksi juga melantunkan sholawat dan takbir serta dzikir. Dan menyanyikan lagu ‘Ibu Pertiwi’. Tak hanya itu, massa aksi juga memberikan masker kepada para pedagang, massa dan pejalan kaki. Sampai saat ini, massa aksi terus berdatangan.

Mereka juga meminta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk memfasilitasi aspirasi massa aksi mengingat gubernur sebagai pimpinan tertinggi di Jabar. “Mohon untuk menemui kami. Tolong bapak RK (Ridwan Kamil) keluar dan temui kami,” kata salah satu orator dalam aksinya.

0 Komentar