BANDUNG-Ketua Yayasan Widyatama sekaligus dosen terbaik, Djoko S Roespinoedji, berhasil meraih rengking 208 penelitian terbaik Indonesia versi Science and Technology Index (SINTA) tahun 2020. Termasuk Rektor Universitas Widyatama Prof Obsatar Sinaga dan Wakil Rektor III Bidang Riset, Pengembangan & Kerjasama, Prof Dr Mohd Haizam Bin Mohd Saudi, juga masuk kategori peneliti terbaik nasional dengan rengkin 30 dan 28.
Djoko mengaku, pihaknya merasa bangga dengan mencapain yang diraih itu. Hal itu kata dia, Universitas Widyatama sebagai salah satu kampus terbaik di Kota Bandung serta LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten, patut berbangga.
“Ketiga orang penting di Univeristas Widyatama itu aktif melakukan riset/penelitian termasuk dalam publikasi ilmiah atau prosiding di jurnal internasional,” ujar Djoko, Minggu (7/6).
Baca Juga:Tenaga Medis Dapat Program PrioritasBeckham Rindu Latihan Bersama
Selain itu, lebih jauh Djoko mengungkapkan, ketiga penggawa Universitas Widyatama juga pernah berkolaborasi mengharumkan nama Indonesia, dengan menyabet silver award pada ajang ke-10 International Conference and Exposition on Inventions by Institutions of Higher Learning (PECIPTA, tahun 2019) di Malaysia. Dihelat oleh Kementerian Pendidikan Malaysia, tanggal 22-23 September 2019 lalu, di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.
Tercatat ada sekitar 700-an peserta dari berbagai perguruan tinggi dan industri di Malaysia dan negara lainnya yang turut serta pada ajang itu.
Perangkingan SINTA tahun 2020 sendiri, telah diumumkan oleh Menteri Kementrian Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro.
Bambang Brodjonegoro mengumumkan hasil pemeringkatan berdasarkan Science and Technology Index SINTA series 1 tahun 2020 tersebut bersamaan dengan pengumuman 500 peneliti terbaik di Indonesia, secara daring, Kamis (28/5) lalu.
Pada pengumuman itu Djoko Roespinoedji mendapat skor 1823,5 (penilaian selama tiga tahun) dengan nilai Scopus h-indek 5 dan Google h-indek 5.
Sementara Prof Obi sapaan akrab Rektor Universitas Widyatama, mendapat skor 3291,5 (penilaian selama tiga tahun) dengan nilai Scopus h-indek 8, Google h-indek 9. Sedangkan Prof Haizam mendapat skor 3559,5 (penilaian selama tiga tahun) dengan nilai Scopus h-indek 7, Google h-indek 7.
Djoko melanjutkan, dirinya bersyukur atas capaian yang diraih serta kedua rekannya. Terlebih kampusnya akan terus menggelorakan pentingnya akan riset/penelitian yang dipublikasikan, seperti publikasi karya ilmiah di jurnal internasional Scopus.
