Kekuatan kunci Persib saat itu disebut terletak pada Nazari. Maka barang siapa yang ingin menahan Maung Bandung maka harus mematikan gelandang penyeimbang dalam seorang Omid Nazari. 17 pertandingan dilalui ia selalu turun sebagai starter.
Musim baru (2020) dimulai, Robert Alberts memilih untuk mempertahankan pemain Asia asal Filipina tersebut. Skuad baru Robert Albert dengan materi pemain baru buat Omid Nazari bukan lagi menjadi titik kekuatan atau titik kelemahan Persib.
Materi gelandang di skuad Persib 2020 lebih variatif dan masih banyak yang belum diledakkan. Duet Nazari bersama Kim Jeffrey Kurniawan adalah satu permulaan dari berbagai opsi plan strategi Robert.
Pelatih asal Belanda itu belum mengeluarkan senjata lain yang dimiliki jika Nazari berduet bersama Dedi Kusnandar, Abdul Aziz, Gian Zola, atau Beckham Putra menyokong duet maut Wander Luiz – Geoffrey Castillion. Harapannya musim ini dapat memberikan gelar ketiga untuk Persib di level kompetisi tertinggi domestik. (bbs/tur)
