oleh

Tekan Potensi Penyebaran COVID-19 Setelah Idulfitri dengan Tes Masif

KOTA BANDUNG – Tingginya mobilitas warga menjelang hari raya Idulfitri dan banyaknya kerumunan yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar) berpotensi meningkatkan penularan COVID-19. Pengetesan secara masif pun perlu dilakukan guna mempersempit ruang gerak SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, dan mencegah gelombang kedua usai Idulfitri.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mengadakan gelar griya atau open house secara daring dari rumah dinasnya di Kota Bandung, Minggu (24/5/20), sudah menginstruksikan kepada para bupati/wali kota untuk kembali melaksanakan pengetesan COVID-19 secara masif.

Baca Juga:  HUT Kota Depok Ke-22, Suguhkan Kolaborasi Live Music dan Sanggar Tari Cantiq

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani, menyatakan, pengetesan COVID-19 dengan metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) atau tes swab akan secara intens dilakukan.

Selain sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, pengetesan masif akan mendapatkan peta persebaran COVID-19 yang komprehensif, melacak kontak terpapar COVID-19, mendeteksi keberadaan virus, dan memastikan status pasien COVID-19.

“Untuk antisipasi gelombang dua, kami sudah membuat kebijakan melakukan tes swab masih karena akurasinya yang lebih baik dan lebih spesifik deteksi COVID-19. Sudah lebih dari 15.000 alat tes swab didistribusikan ke kabupaten/kota. Penggunaan kami serahkan kepada kabupaten/kota masing-masing,” kata Berli, Selasa (26/5/20).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga