BANDUNG – Untuk memutus mata rantai Covid-19 di wilayah Jabar, Anggota Komisi III DPRD Jabar, Thoriqoh Nashrullah Fitriyah meminta setiap pabrik yang beroperasi saat PSBB untuk melakukan tes swab.
“Kami ingin agar jumlah positif ini terdeteksi di tingkat pabrik. Karena mungkin test swab ini mahal, mungkin setiap pabrik bisa melakukan uji petik untuk sample. Sehingga tidak semuanya di test swab,” ujar Thoriqoh Nashrullah Fitriyah, dilansir Jabar News, Kamis (14/5).
Dia menjelaskan, banyaknya pabrik yang beroperasi saat pandemi ini, memungkinkan mudahnya penyakit tersebut menular secara luas di lingkungan industri. Seharusnya dengan adanya kebijakan PSBB di Jabar setiap industri bisa tidak beroperasi.
Baca Juga:Berlatih Keras Ferdi Bidik Rekor ZolaYayasan Widyatama Bagikan 1.000 Paket Sembako
“Salah satunya adalah sebuah pabrik yang berada di wilayah Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Enam pekerja di pabrik tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus korona,” ujarnya
Ia mengatakan, bahwa dari 6 pekerja tersebut merupakan satu warga Kabupaten Bandung, 5 orang lainnya adalah warga luar wilayah di antaranya Kota Bandung, Sumedang, dan Garut.
Sebelumnya satu pabrik di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus korona (Covid-19).
Potensi tersebut bermula ketika pabrik yang berada di kawasan industri Tegalluar itu menggelar rapid test mandiri terhadap para pekerjanya beberapa waktu lalu.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung Yudi Abdurrahman mengatakan hasil rapid test tersebut sebanyak 6 (enam) orang pekerja di pabrik manufaktur tersebut dinyatakan positif Covid-19.
“Kebetulan perusahaan tersebut yang berada di wilayah Bojongsoang, terdapat 6 orang yang positif Covid-19 setelah dilakukan rapid test. Mereka saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dan sudah melakukan swab test. Mudah-mudahan hasil swab test menunjukan bahwa mereka negatif Covid-19,” pungkasnya. (bbs/drx)
