Pemkot Pasang Stiker di Rumah Penerima Bansos
CIMAHI – Untuk mempermudah pendeteksian dan up date data warga yang sudah menerima bantuan sosial akibat terdampak mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memasang stiker di rumah-rumah warga penerima bantuan tersebut.
Pemasangan stiker yang bertuliskan Keluarga Penerima Bantuan Sosial Terdampak Covid-19″ dilakukan oleh jajaran kelurahan dibantu RT dan RW serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turun menjadi bina wilayah ke daerah masing-masing.
Selain untuk mempermudah pendeteksian, penempelan stiker sekaligus memantau kondisi di lapangan selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Baca Juga:Tim Gabungan Satgas Pangan Kabupaten Bandung Sidak Pasar, Antisipasi Peredaran Daging BabiBansos Tetap Berupa Tunai dan Pangan
Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarpus) Kota Cimahi Harjono, melalui siaran tertulisnya, Selasa (12/5).
”Bantuan sosial yang dimaksud secara keseluruhan mulai dari bantuan pemerintah pusat, Pemprov Jabar, dan Pemkot Cimahi. Pokoknya bantuan yang bersumber dari pemerintah,” kata Harjono.
Menurutnya, para ASN turun ke lapangan untuk bina wilayah sambil mengecek kondisi di lapangan terkait penyaluran bansos selama ini.
”Kita juga sambil kasih tahu, selain bantuan pemerintah pusat yang sudah disalurkan masih ada bantuan Gubernur Jawa Barat dan Bantuan Wali Kota Cimahi yang siap disalurkan,” ujarnya.
Harjono mengungkapkan, Sejauh ini Pemkot Cimahi masih terus melakukan pemutakhiran data penerima bansos covid-19. Secara kumulatif, penerima bansos covid-19 mencapai 70.000 KK dari total 140.000 lebih KK se-Kota Cimahi atau setara 40-50 persen jumlah warga Kota Cimahi.
”Jumlahnya fluktuatif. Dari data warga terdampak yang masuk penerima bantuan jalur pemerintah pusat, pemprov jabar, baru warga yang tidak ada di dua jenis bantuan itu bisa jadi namanya ada di draft SK Bansos Wali Kota Cimahi,” ungkapnya.
Jika masih ada warga terdampak covid-19 memang benar-benar belum terdata, lanjutnya, para lurah diinstruksikan mengajukan usulan tambahan.
Baca Juga:Ibu Kota Negara Batal Pindah?Amerika Segera Salurkan Alat PCR untuk Jabar
”Bantuan walikota akan disalurkan paling akhir untuk menyisir warga yang terdampak belum dapat bantuan. Nanti jadi benar-benar sudah terlihat siapa yang belum dapat bantuan,” imbuhnya.
Apalagi, Wali Kota Cimahi berencana akan melakukan top up dana untuk penerima bantuan dari pemerintah pusat yang termasuk program lama. Bagi mereka yang setiap bulan sudah dapat bantuan sembako setara Rp 200.000 akan ditop-up dalam bentuk beras dan mie instan setara Rp 150.000.
