BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung telah mengadakan survei terkait evaluasi dan persepsi masyarakat mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebanyak 4.824 responden tercatat mengisi survei yang telah ditutup pada Sabtu (2/5) malam lalu.
Koordinator Bidang Perencanaan Data, Kajian dan Analisis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan, survei yang berlangsung secara daring (online) dan luring (offline) ini sudah dilaksanakan sejak April lalu.
”Offline (dilaksanakan) 29 April, satu hari saja.
Sementara online dari 30 April-2 Mei,” ujar Ahyani kepada Jabar Ekspres, Minggu (3/5).
Baca Juga:400 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan Jalani Pelatihan Kerja GratisTerdampak Covid-19, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Rumahkan 50 Persen Pekerja
Menurutnya, survei ini bertujuan untuk memahami persepsi masyarakat terkait PSBB dan Covid-19. Tak hanya itu, hasil survei ini juga diharapkan mampu dijadikan sebagai bahan evaluasi implementasi PSBB di Kota Bandung.
Dia juga mengatakan, adapun responden yang mengisi survei ini adalah seluruh masyarakat yang berada di Bandung saat penerapan PSBB. Survei online dilakukan dengan mengisi beberapa pertanyaan terkait kegiatan serta pemahaman tentang PSBB dan Covid-19 di laman s.id/evaluasi-psbb-bdg.
Adapun survei offline, menurut Ahyani dilakukan secara langsung di lapangan. Yakni di lokasi check point PSBB. Tercatat sebanyak 122 responden telah mengisi survei tersebut.
”Kami melihat saat PSBB masih ada masyarakat yg berkegiatan di luar rumah. Kami ingin mengetahui apa yang mempengaruhinya,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil survei, Ahyani mengatakan pada umumnya masih terdapat masyarakat yang ke luar rumah dengan alasan untuk bekerja atau berdagang. Hal itu pun dilakukan oleh kepala keluarga.
”Responden mendukung PSBB bahkan lebih 70 % setuju bila diberlakukan sanksi yang melanggar,” terangnya.
Mengenai pengetahuan masyarakat terkait pandemi Covid-19, hasil survei menyatakan masyarakat memiliki pengetahuan yang bagus terkait Covid-19 yang diperoleh dari berbagai informasi. Tak hanya itu, masyarakat juga setuju PSBB bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19, mereka percaya PSBB ini merupakan upaya terbaik yang dilakukan oleh pemerintah.
Baca Juga:Pasar Tradisional Masih Tetap Diserbu KonsumenBupati Bandung Himbau Perusahaan Perhatikan Hak dan Kesejahteraan Pekerja
Namun tak bisa dihindari, masyarakat juga memiliki kekhawatiran terhadap pandemi ini. Menurut Ahyani, kekhawatiran terbesar masyarakat yang mengisi survei ini adalah tertular virus corona. Tak hanya itu, mereka juga khawatir apabila penghasilan mereka selama pandemi berkurang. Kekhawatiran yang lebih buruk yakni kehilangan pekerjaan.
