supaya tidak kejadian seperti ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, kericuhan kembali pecah di arena Kongres V PAN di Hotel
Claro, Kendari, Sultra, Selasa (11/2) siang.
Kericuhan kedua ini terjadi usai skorsing dicabut untuk melanjutkan
rapat pleno pembahasan tata tertib di ruang sidang lantai dua hotel.
Sejumlah peserta kongres dan kader PAN dikabarkan mengalami luka di
kepala karena terkena lemparan kursi. Koordinator Lapangan Pemenangan
Mulfachri-Hanafi Rais, Asri Anas, mengatakan bahwa kejadian bermula saat
pihaknya hendak masuk ke ruang pleno.
Baca Juga:Wagub Resmikan Masjid Nurul Ilmi SMAN 26 BandungBukan Persib, Irfan Bachdim Resmi Gabung PSS Sleman
Diketahui,
Kemenangan Zulhas -Sapaan akrab Zulkifli Hasan- ini juga tanpa adanya restu
dari Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang lebih mendukung Mulfahcri
Harahab.
“Mudah-mudahan
sekarang kita betul-betul terlepas dari tergantung satu orang (Amien Rais),”
ujar Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan Bara.
Bara
mengatakan tidak setuju tentang Amien Rais ini. Maka partai berlogo
matahari putih ini harus menjadi partai modern yang tidak lagi tergantung
dengan satu orang.
“Kongres
Kendari ini secara langsung menjadi PAN sebagai partai politik yang modern di
mana pemimpin pemilu hanya satu yaitu ketua umum,” katanya.
Menuru
Bara, keberadaan Amien Rais selaku Dewan Kehormatan PAN seperti dualisme
kepengurusan. Padahal ketua umum hanya ada satu orang.
“Jadi PAN
tidak terbelenggu lagi oleh satu sosok yang begitu unggul selama
ini. Bagaimana menjadi kepemimpinan tertulis,” ungkapnya.
Oleh
karena itu, Bara mengapresiasi kepada para pemilih yang telah memberikan
kepercayaan terhadap Zulkifli Hasan untuk bisa memimpin kembali PAN selama dua
periode. “Jadi ini merupakan sejarah,” tuturnya.
Baca Juga:Beri Kejutan buat Ammar Zoni, Irish Bella Hamil LagiTaklukan Filipina, Tim Putri Bersiap Hadapi Thailand
Dalam
melakukan pemungutan suara tersebut, Zulkifli Hasan mendapatkan suara 331.
Sementara Mulfachri Harahab mendapatkan 225 suara. Kemudian kontestan
Drajad Wibowo mendapatkan enam suara. Suara tidak sah menjawab tiga
suara. Total suara dalam hajatan akbar ini terdengar 565 suara.
Dari jumlah total yang memilih 563 dari jumlah total permilih 590 dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Ketua Umum, Sekretaris Jenderal (Sekjen), Bendahara Umum PAN, dan juga dari organisasi pemantau perjalanan. (jpc/drx)
