Ketua Forum English For Ulama itu pun menjelaskan penyebab masyarakat intoleransi terjadi karena kematangan beragama yang belum terwujud. Sebab, orang kalau sudah matang beragama akan kuat dengan prinsip keagamaan nya dan dia tidak terganggu dengan perbedaan keyakinan.
‘’Saya Muslim, saya Kristen, saya Hindu, patuh, benar benar disiplin agamanya gak akan ada rasa takut rasa gimana kan kita punya keyakinan masing-masing,” katanya.
Dia berpendapat, untuk mengatasi masalah yang selalu terjadi antar umat beragama perlu adanya dialog dalam bentuk forum lintas agama. Sehingga, antar umat beragama dapat tercipta kerukunan.
Baca Juga:Siapkan Empat Teleskop untuk Pengamatan GerhanaTahap Satu Rampung, Fasilitas Kembali Ditambah
‘’Saya kitra umat muslim dan agama lain bisa mempererat hubungan dalam bekerjasama diberbagai bidang seperti masalah kemanusiaan, sosial, penggalangan bantuan kebencanaan dan lainnya,’’ tutup Engkos.
Semntara itu, dalam kunjungannya keberbagai gereja Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memantau berlangsungnya Misa Malam Natal di tiga gereja di Kota Bandung dan Kota Cimahi.
“Kami sengaja hadir lengkap, memastikan semuanya berjalan lancar,” ucap Emil pada Selasa (24/12/19) malam WIB.
“Kami hadir disini untuk ikut merasakan suka cita, kami ingin menjamin rasa aman kepada umat Kristiani (dalam) melaksanakan ibadah natal dengan kenikmatan dan kekhusyukan sehingga ibadah lancar,” tambahnya.
“Atas nama Forkopimda Jabar, kami menghaturkan selamat Hari Natal selamat berbahagia, kita jaga nikmat perdamaian. Damai adalah kata yang mahal itu harus dijaga itu semangat yang harus kita lihat pada perayaan Misa kali ini,” ucap Emil.
Adapun Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC yang menyambut gubernur beserta rombongan Forkopimda Jabar di Gereja Katedral Santo Petrus Kota Bandung mengapresiasi kunjungan tersebut di malam Natal kali ini.
“Kunjungan ini membuktikan bahwa Natal membawa damai bagi semua,” kata Antonius.
Baca Juga:PDIP Dinilai Berambisi Rebut Kembali KekuasaanTanggul Bukan Solusi Atasi Banjir Melong
“Kita semua hidup rukun silih asah asih asuh, kita bertoleransi, bertenggang rasa. Kita juga bertekad tidak merayakan natal secara berlebihan sebab solidaritas lebih penting.Terima kasih Bapak Gubernur, Forkopimda, tokoh agama dan masyarakat Jawa Barat,” ujarnya. (*)
