Baru Satu Terowongan Dioperasikan

Baru Satu Terowongan Dioperasikan
BERPACU DENGAN WAKTU: Proyek terowongan Nanjung Curug Jompong di Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih terus dikebut untuk mengejar datangnya musim hujan.
0 Komentar

“Jumlah kepala keluarga yang terbebas banjir sekitar 14 ribu KK,” katanya.

Meski tidak semua wilayah akan terbebas banjir, dia berharap keberadaan terowongan air ini bisa mempercepat genangan air di sejumlah daerah.

Terowongan air ini memiliki dua pipa yang masing-masing berukuran panjang 230 meter dengan diameter 8 meter. Dengan begitu, menurutnya terowongan ini mampu mengalirkan air dari Sungai Citarum hingga 700 m3/detik.

“Masing-masing terowongan 350 m3/detik,” katanya.

Selain bisa mempercepat aliran air, terowongan di Curug Jompong inimampu menarik material sedimentasi yang ikut terbawa air. Sebab, terowongan ini memiliki kolam penyimpan sedimentasi yang mampu menampung hingga 6.000 m3.

Baca Juga:e-Paper Jabar Ekspres Edisi 20 Desember 2019de Braga by ARTOTEL Sajikan Acara Seru di Moment Natal dan Tahun Baru

“Jadi selain bisa mempercepat air, juga bisa menjadi penangkapan sedimentasi,” katanya.

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, memprediksi cuaca ekstrem masih terjadi hingga beberapa hari ke depan di wilayah Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Memang belakangan ini cuaca agak anomali sampai terjadi cuaca ekstrem di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Kalau hujan, pasti disertai angin kencang,” ujar Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya.

Menurut Tony, ada beberapa hal yang menyebabkan kondisi anomali cuaca di wilayah Bandung Raya, yakni musim peralihan sudah lewat serta gerak semu matahari.

“Wilayah Bandung Raya sudah memasuki musim hujan, ditambah gerak semu matahari yang sekarang berada di Bumi Belahan Selatan (BBS) Indonesia, sehingga menambah aktivitas konvektif wilayah Jabar dan Bandung Raya,” katanya. (mg1/yan).

0 Komentar