Berkomitmen Perangi Masalah Kemiskinan

Angka Kemiskinan di Jakarta Menurun, Berikut Datanya
[ILUSTRASI[ DUDUK PINGGIR JALAN: Seorang anak saat digendong ayahnya di pinggir jalan usai berkeliling mendorong gerobak.
0 Komentar

BANDUNG– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen untuk memerangi persoalan kemiskinan. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memastikan, pendataan warga miskin di Kota Bandung saat ini telah “on the track”. Pemuktahiran data warga miskin telah dilakukan secara berkala dan tepat.

Yana melontarkan itu di sela-sela mengikuti kaji banding Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum ke Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Selasa (17/12).

“Jika mendengarkan paparan dari mereka (Pemprov Bali dan Pemkab Gianyar), kita sebenarnya sudah lebih baik. Kita sudah on the track, karena pemerintah sangat fokus dalam menuntaskan persoalan kemiskinan ini,” kata Yana.

Baca Juga:Korban Putus Kontrak Siap Layangkan Gugatan ke DishubKeinginan Masyarakat, Kurnia M. Naser Siap Maju Pada Pilkada 2020

Menurut Yana, pendataan warga miskin di Bali masih memanfaatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pendataannya dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Sedangkan di Kota Bandung, Pemkot membayar petugas atau orang-orang yang diberi tugas khusus untuk mendata warga miskin.

“Jadi data yang kita miliki lebih detail dan lengkap. Apalagi warga miskin itu dinamis. Bisa berubah setiap saat,” jelas Yana.

Kendati demikian, Yana mengungkapkan, kaji banding ini memang karena Pemkab Gianyar dinilai cukup signifikan menurunkan angka kemiskinan. Termasuk juga dalam upaya pencegahan stunting.

“Tetapi Alhamdulillah, angka kemiskinan di Kota Bandung juga cukup rendah. Angka kemiskinan di Kota Bandung hanya 3,57,” ungkap Yana.

Sebelumnya, Yana juga sempat menyampaikan ada 400 ribu warga Kota Bandung atau setara dengan 79 ribu kepala keluarga masih hidup di garis kemiskinan.

Yana meminta kepada semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) melaksanakan program pengentasan kemiskinan secara tepat sasaran.

Baca Juga:Jambore, Momen Penghargaan Bagi Pahlawan Lingkungan.Waspadai Pohon Tumbang di Musim Hujan

“Program-program mengatasi kemiskinan Kota Bandung harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai salah treatment (penanganannya) atau salah sasaran. Kalau salah sasaran malah enggak bakal pernah mengurangi angka kemiskinan yang ada saat ini,” ujar Yana.

Yana mengklaim bahwa jumlah penduduk miskin saat ini berkurang dibanding tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018, katanya, jumlah penduduk miskin sebanyak 3,57 persen. Dia juga mengatakan akan melakukan beragam upaya untuk menurunkan angka kemiskinan. Targetnya, pada tahun 2023, jumlah penduduk miskin tinggal 3,14 persen.

0 Komentar