BANDUNG – Kabar mengejutkan datang dari Persib Bandung. Meski kompetisi belum usai, namun Maung Bandung disebut-sebut sudah melakukan pergerakan transfer untuk musim depan.
Bukan merekrut pemain, melainkan pelatih kiper. Luizinho Passos, pelatih kiper Borneo FC dikabarkan merapat untuk menggantikan posisi Gatot Prasetyo yang katanya ingin fokus pada pekerjaannya sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).
”Setelah selesai kompetisi saya akan ke Bali untuk liburan bersama keluarga. Saya akan datang ke Bandung pada tanggal 5 Januari. Saya berjanji, saya akan bekerja dengan dedikasi tinggi untuk Persib Bandung,” ungkap Luizinho melansir dari Goal Indonesia.
Baca Juga:Akademi Persib Buka Pendaftaran Pemain PutriPSM Bertekad Raih Tiga Poin di Kandang Persib
Luizinho Passos adalah pelatih kiper yang kerap mengunggah metode latihan kiper modern di laman Instagramnya.
Dalam wawancara ekslusif dengan Bolalob bulan November lalu, Luizinho merupakan mantan penjaga gawang di Brasil. Namun Ia mengaku sulit mendapatkan tempat di negaranya karena terkendala postur tubuh yang terbilang kurang sempurna bagi seorang kiper.
”Saya adalah mantan pemain sepak bola, tetapi saya mengakhiri karir saya di usia muda 26 tahun karena dua alasan. Yakni karena ukurannya sebagai penjaga gawang di Brasil yang tinggi dan saya dengan 179 cm saya mengalami banyak kesulitan untuk mendapat tawaran di Brasil,” ungkap Luizinho kepada Bolalob.
Selain itu, ia juga mempunyai masalah pada bahunya. Oleh sebab itu ia memutuskan untuk menjadi seorang pelatih kiper di Brasil sebelum akhirnya memutuskan berkarir di Indonesia.
”Dan yang kedua adalah karena Saya memiliki cedera di bahu dan itu sangat mengganggu saya! Saya memulai karir saya sebagai pelatih penjaga gawang segera setelah itu, saya bekerja di beberapa klub di Brasil, diantaranya America Mg, Cruzeiro MG, Guarani de campinas, Marilia SP, Francana SP, Ipatinga, Nacional dan pada 2017 saya datang ke Indonesia untuk klub Borneo FC,” ungkapnya.
Luizinho juga menceritakan perjalanannya hingga akhirnya menjadi seorang pelatih kiper. Rasa cinta Luizinho lah yang membuatnya berkerja sebagai seorang pelatih penjaga gawang.
”Sebagai mantan kiper dan karena mencintai posisi tersebut, saya segera mengambil kursus dan sudah memiliki pengalaman pemain, dan sangat bermanfaat dan saya menyukai profesi kepelatihan kiper saya,” katanya.
