oleh

Tolak Kota Bandung Buang Sampah ke TPS Sarimukti

“Untuk tunggakan utang yang Kota Bandung itu ada­lah dari ritase. Sebab di awal beroperasi TPA Sarimukti saat itu truk sampah yang masuk ke Cipatat keluarnya melalui Cipeundeuy, Cika­longwetan. Namun karena kejauhan akhirnya truk balik lagi ke Cipatat sehingga ada efisiensi BBM sekitar Rp35.000/sekali jalan. Nah, berdasarkan kesepakatan akhirnya Rp15.000 dibayar­kan untuk kompensasi ri­tase ke warga terdampak di tiga desa,” terang Iwan.

Persoalan lainnya adalah, informasi dari pihak Balai Pengelolaan Sampah Regio­nal (BPSR), dari 25 hektare lahan di TPA Sarimukti seka­rang sudah tidak lagi menyi­sakan ruang kosong. Sebab semua kawasan telah terisi penuh sampah dengan keting­gian hingga 50 meter, sehing­ga hal itu membahayakan jika sewaktu-waktu terjadi longsoran sampah seperti yang pernah terjadi di TPA Leuwi­gajah, Kota Cimahi.

Apalagi terkait dengan akan dihentikannya operasional TPA Sarimukti pada 2023 ka­rena akan dipindah ke TPA Legoknangka, di Nagreg, Ka­bupaten Bandung. Jangan sampai Sarimukti dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya rehabilitasi lahan sehingga dapat menciptakan kuburan sampah raksasa yang mem­bahayakan bagi kawasan dan masyarakat di sekitarnya. Atas persoalan ini, Komisi III mel­alui pimpinan DPRD sudah meminta audiens dengan Gubernur Jabar guna men­ghadirkan Dinas LH dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan KBB.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga