Ulama Kharismatik Mangkat

Ulama Kharismatik Mangkat
DIKUBUR DI TANAH SUCI: Jenazah KH Maimoen Zubair dipadati jamaah yang mendoakan Almarhum yang dikenal sebagai sosok ulama kharismatik dikalangan Nahdiyin.
0 Komentar

“Nilai-nilai kebangsaan yang selama ini beliau ajarkan menunjukkan bahwa beliau mengharapkan di tengah-tengah kemajemukan, keragaman kita, beliau terus mengupayakan agar kita semua mengedepankan persatuan, ukhuwah persaudaraan di antara kita,” paparnya.

Menag menambahkan, sikap ini tidak hanya diterapkan di kalangan umat Islam, namun juga di tengah-tengah keragaman si Mbah selalu mengedepankan persaudaraan sesama saudara sebangsa.Dan ini yang selalu terus, khususnya di akhir hayat beliau,” tuturnya.

Hadir dalam pelepasan jenazah KH Maimoen Zubair di Kantor Daerah Kerja Makkah, Ibu Nyai Maimoen Zubair beserta keluarga, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Dubes Agus Maftuh, Konjen M Hery Saripudin, segenap PPIH Arab Saudi serta ratusan para jemaah haji yang hadir sebagai pelayat.

Baca Juga:e-Paper Jabar Ekspres Edisi 7 Agustus 2019Tiga Bulan Berlalu, Kasus Pengeroyokan Ismail Belum Juga Terungkap

Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Najamudin Ramli mengatakan almarhum KH Maimoen Zubair atau akrab disapa mbah Moen sebagai sosok pemersatu umat dalam berbagai hal. “Selain sebagai mubaliqh dengan mengasuh pondok pesantren, beliau juga pimpinan Partai NU yang berubah menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP),” kata Najamudin dihubungi di Jakarta, kemarin (6/8).

Selain itu, Mbah Moen juga dianggap sebagai penjaga keseimbangan antara ormas-ormas Islam di Indonesia. Apalagi mbah moen dapat menyelesaikan dualisme kepemimpinan yang pernah terjadi di PPP. Mbah Moen sendiri adalah tokoh tetua di Partai Persatuan Pembangunan sekaligus Mustasyar Pengurus besar Nahdlatul Ulama. Dia wafat di tengah kegiatannya menunaikan ibadah haji memenuhi undangan Kerajaan Arab Saudi menggunakan kuota khusus.

Almarhum KH Maimoen Zubair dimakamkan di Pemakaman Ma’la Kota Mekkah pada Selasa, Jenazah diberangkatkan ke Masjidil Haram untuk dishalatkan usai shalat zuhur waktu setempat. Jama’ah asal Indonesia sudah menunggu sejak sebelum waktu shalat zuhur atau sesaat setelah jenazah diberangkatkan dari Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekkah menuju masjidil haram.

Pemakaman Ma’la berlokasi di kampung asal Nabi Muhammad dan merupakan tempat dimana istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah, dimakamkan. Kondisi pemakamannya berbeda dengan pemakaman pada umumnya di Indonesia. Kawasan pemakaman itu rata oleh pasir berwarna cokelat dengan dua batu sebagai penanda.

0 Komentar