Kahati, Dorong Pembangunan Lingkungan dan Sosial

Kahati, Dorong Pembangunan Lingkungan dan Sosial
TANDATANG MoU : Bupati Bandung Dadang M Naser (ketiga kiri) bersama General Manager UPJP Kamojang Budi Wibowo (kedua Kanan) menandatangi nota kesepahaman untuk melaksanakan pengembangan pembangunan melalui program Kahati.
0 Komentar

SOREANG – Untuk mening­katkan pembangunan ling­kungan dan sosial, Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bandung melakukan nota kesepahaman. Penandatan­ganan Memorandum of Un­derstanding (MoU) bersama PT. Indonesia Power Unit Pembangkit dan Jasa Pembang­kitan (UPJP) Kamojang dila­kukan Bupati Bandung Dadang M Naser dengan General Manager UPJP Kamojang Budi Wibowo.

Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan, MoU ter­sebut akan membantu per­masalahan lingkungan dengan cara membangun peng­embangan kawasan konser­vasi keanekaragaman hayati (Kahati) di Kampung Ciseupan, Desa Nagrog, Kecamatan Ci­calengka.

”Alhamdulillah ada perha­tian dari CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Indonesia Power untuk ma­salah pembangunan ling­kungan, diantaranya akan membantu penataan taman keanekaragaman hayati yang rencananya akan dibangun di Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka,” kata Dadang saat ditemui usai penandatangan MoU di Soreang, belum lama ini.

Baca Juga:Pemkot Cimahi Berambisi Jadikan PAB Pasar SehatJalan Longsor Belum Diperbaiki

Menurut Dadang, dirinya meminta kepada pihak In­donesia Power untuk mem­perhatikan lingkungan sekitar seperti Gunung Rakutak dan Danau Kamojang. Pasalnya, hampir semua perusahaan geothermal membutuhkan air.

”Saya menekankan, PT. In­donesia Power harus mem­perhatikan wilayah sekitarnya. Danau yang hilang di Kamo­jang harus dibangkitkan kem­bali, karena air itu lagiatornya gunung untuk memproduksi asap yang bagus, jadi air harus tersedia dengan baik,” jelasnya.

Menurutnya, program Ka­hati akan dibangun diatas lahan seluas 20 hektare. Selain menjadi kawasan konservasi, juga akan menjadikan sebagai area rekreasi bagi masyarakat setempat.

”Kami sudah melakukan pendekatan dengan masy­arakat untuk melakukan pembebasan lahan. Nanti­nya di lahan seluas 20 hek­tare itu akan ditumbuhi aneka ragam tanaman. Se­laian itu, kami juga akan membangun area rekreasi seperti jogging track, danau kecil untuk menampung air dan camping ground. Se­hingga disana menjadi dae­rah rekreasi sekaligus olah­raga bagi masyarakat,” aku­nya.

Dadang menambahkan, dengan adanya program CSR untuk pembangunan Kahati tersebut, dirinya berharap masyarakat sekitar tidak ada yang dirugikan. Tetapi dengan adanya program tersebut, masyarakat harus diuntung­kan.

0 Komentar