Dewan Minta Ada Sinergi di Bidang Perizinan

Dewan Minta Ada Sinergi di Bidang Perizinan
KEGIATAN DEWAN: Foto-foto kegiatan anggota DPRD Jabar ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cirebon untuk menanyakan pelayanan perizinan di daerah yang harus bersinergi dengan Pemprov Jabar untuk mendatangkan investasi.
0 Komentar

BANDUNG – Penerepan perizinan di Kabupaten/Kota hendaknya harus mengacu pada potensi dae­rah. Dimana, perizinan dikeluarkan harus lebih selektif dengan tujuan me­ningkatkan perekonomian daerah.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua DPRD Jabar Irfan Su­rya Negara bersama rom­bongan ketika melakukan kunjungan kerja mengatakan, Perizinan harus mengacu pada potensi. Sehingga, in­vestasi harus dilakukan di­semua sektor dan tidak fokus pada . investasi tertentu saja.

Dewan Minta Ada Sinergi di Bidang PerizinanDia menilai, beberapa perizinan saat ini banyak mengalami perubahan. Bahkan, provisi memiliki peran penting sebagai pintu utama perizinan. Namun, kewenangan dae­rah tetap menjadi penen­tu investasi. Sehingga perlu sinergi antara Ka­bupaten/Kota dan Pro­vinsi Jabar.

Baca Juga:Jelang Ramadan Polres Cimahi Gelar Razia MirasAset Masih Bemasalah

Dia mencontohkan, peri­zinani pertambangan ke­wenangan ada di provinsi. Namun, fungsi daerah se­bagai penentu apakan izin tersebut dikeluarkan atau tidak.

’’Jadi ini perlu sinergi dan pelaksanaannya juga harus dimonitoring oleh daerah, jangan sampai disalahguna­kan,” kata ujar Irfan ketika mengunjungi kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pe­layanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, belum lama ini.

Dia memandang, di wi­layah Cirebon, nilai in­vestasi belum begitu mak­simal. Sebab, ada keterba­tasan pemetaan dan masih memiliki egosektoral ter­hadap sektor perindustrian. Padahal, di wilayah Cirebon banyak potensi yang belum dikembangan secara opti­mal.

Dewan Minta Ada Sinergi di Bidang Perizinan“Saya mengingatkan Cire­bon jangan sampai ternina­bobokan dengan industri dan lain-lainnya. Cirebon itu memiliki potensi wisata, wisata religi, bahari, pegun­ungan itu harusnya diopti­malkan,” kata dia.

Irfan menuturkan, sektor pariwisata sebetulnya sang­at mungkin untuk menarik investasi. Terlebih secara detail daerah lebih menge­tahui detailnya.

Untuk itu, Dewan akan terus mendorong serta mem­bantu untuk memetakan dimana kawasan wisata yang berpotensi untuk menda­tangkan investasi. Sehingga, jika wisata bahari, wisata batik khas Cirebon, dan wi­sata religi dikembangkan maka akan memicu pertum­buhan ekonomi dimasyara­kat sekitar.

“Yang jelas, bagaimana calon investor dapat meng­investasikan di wilayah Ci­rebon, itu kuncinya,” tegas­nya.

0 Komentar