Untuk program ini, sejak 1 Maret 2019 pendaftaran program ini telah dimulai secara online melalui opop.jabarprov.go.id. Harapan kita akan ada 1.250 pesantren yang ikut andil dalam kegiatan tersebut. Sehingga di tahun 2019, akan diperoleh 1.250 pesantren juara. Diharapkan satu kecamatan menominasikan minimal 1 pesantren untuk mengikuti program ini. Dan target kami dalam lima tahun kedepan Jabar akan memiliki kurang lebih 5.000 pesantren juara
Pesantren yang mengikuti program ini akan diedukasi dan didampingi dalam pengembangan usahanya sehingga pesantren akan menghasilkan produk-produk yang mampu memiliki nilai tinggi di pasar domestik maupun pasar internasional Produk-produk yang dihasilkan akan dicarikan pembelinya oleh Pemprov Jabar atau biasa kita sebut dengan “off taker”.
Pemprov jabar akan dan telah menjaring relasi dengan swasta yang bisa menampung produk dari pesantren. Dan akan ada partner dari pemprov yang akan menitipkan produknya agar dapat diproduksi di pesantren.
Baca Juga:Putuskan Tak Lakukan Pemungutan Suara UlangSinyal PAN Merapat ke Jokowi Menguat
“Kegiatan OPOP ini telah kami buka sejak 1 Maret 2019. Kami memperpanjang pendaftaran dari semula sampai 31 Maret menjadi sampai 30 April 2019,” tuturnya.
Sejumlah tahapan kegiatan program OPOP telah dilaksanakan diantaranya sosialisasi OPOP dengan peserta 6000 orang di 5 wilayah meliputi unsur kecamatan, pesantren se-jabar, masyarakat, departemen agama, pemerintah daerah, biro yansos, dinas yang membidangi KUMKM. Selain sosialisasi melalui media elektronik dan cetak.
Selanjutnya pendaftaran secara online yang akan berakhir 30 April mendatang. Para peserta akan diidentifikasi dan diverifikasi oleh tim juri dan akan dilakukan audisi mulai tingkat kecamatan, dilanjut tingkat kabupaten/ kota dan hingga akan hadir juara tingkat provinsi.
Selama proses audisi para peserta akan mendapatkan pendampingan dari para pedamping untuk dibina, dilatih. Bahkan para peserta yang lolos seleksi yang mengikuti audia akan mengikuti temu bisnis dan pemagangan di pesantren yang telah Mandiri.
“Untuk pemenang tingkat provinsi nanti akan diikuti sertakan pada Pameran opop baik antar provinsi maupun luar negeri dilakukan pada bulan Agustus, September & Oktober 2019,” katanya. (adv)
