BNPB Gelar TTX Hadapi Sesar Lembang

BNPB Gelar TTX Hadapi Sesar Lembang
ANTISIPASI BENCANA: BNPB bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat menyelenggarakan geladi ruang atau tabletop exercise (TTX) untuk menghadapi ancaman bencana sesar Lembang di Lembang, Jawa Barat, kemarin
0 Komentar

Menurut Kepala Pusat Gem­pa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, sebanyak 26 keja­dian gempa merusak dengan magnitudo 3.3 hingga 7.3 di wilayah Jawa Barat pada pe­riode 1963 hingga 2018. In­tensitas maksimum yang dapat ditimbulkan mencapai VIII MMI. Sementara itu, Pe­neliti Geotek LIPI Mudrik Daryono mencatat secara detail Sesar Lembang dengan menggunakan metode tekto­nik geomorfologi dan paleo­seismologi, membagi Sesar Lembang menjadi enam ba­gian. Panjang keseluruhan dari bagian tersebut menca­pai 29 km, mulai dari Cimeta, Cipogor, Cihideng, Gunung Batu, Cikapundang, dan Batu Lenceng.

Sementara itu, hasil kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Peru­mahan Rakyat menunjukkan bahwa Sesar Lembang ber­potensi terjadi gempa dengan magnitudo maksimum M 6.8.

Pada potensi tersebut, BMKG telah melakukan pemodelan peta tingkat guncangan atau shakemap. Skenario yang di­gunakan yaitu M 6.8 dengan kedalaman 10 km di zona Sesar Lembang. Pemodelan menunjukkan intensitas VII – VIII MMI.

Baca Juga:Tidak Boleh Ada yang Melemahkan TNISTPB Travel Mart Berpartisipasi dalam Pariwisata di Indonesia

Berdasarkan potensi dampak yang sangat besar, BMKG menekankan perlunya kewas­padaan terhadap pemerintah, dunia usaha dan masyarakat setempat. “Banyak sekolah, perkantoran, bangunan hotel sarana pariwisata, industry, dan sentra ekonomi di sepan­jang jalur Sesar Lembang,” ujar Daryono pada sesi pem­bekalan TTX. (drx)

0 Komentar