”Dalam pengawalan pelaksanaan pemilu kami telah berkoordinasi dengan jajaran Polri setempat. Sehingga, dengan kehadiran Banser di TPS dapat menciptakan rasa aman, nyaman dalam pemilu 2019,” tuturnya.
Menurutnya, di Kabupaten Bandung tercatat sekitar 5.000 anggota Banser yang sudah mengikuti pendidikan latihan dasar (Diklatsar). Sedangkan yang aktif sekitar 1.000 anggota Banser, tetapi keseluruhan anggota Banser tersebut pada saat hari H pemilu bisa dilibatkan atau diperankan untuk menjaga, mengawal dan melakukan pemantauan di TPS.
”Kerja anggota Banser hanya sebatas hari H, mulai dari pemungutan suara sampai penutupan dan dilanjutkan pengawalan saat penghitungan perolehan suara di TPS,” katanya.
Baca Juga:Cimahi Target Jadi Kota Animasi InternasionalPertunjukan Seni Budaya untuk Menepis Hoaks
Hasan menambahkan, dalam pelaksanaan Rakorcab pemilu damai tersebut, turut dihadiri 200 anggota Banser dari perwakilan PAC Ansor di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung.
”Setiap kecamatan 5 anggota Banser yang hadir dan ditambah pengurus PC GP Ansor Kabupaten Bandung. Kami berharap dalam pelaksanaan pemilu itu berjalan adil, jujur, langsung, umum, bebas dan rahasia. Selain itu memberikan rasa tenang dan nyaman kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya,” Tututp dia.(opl/yul/rus)
