Ingin Yang Meninggal dengan Wajah Cantik

Ingin Yang Meninggal dengan Wajah Cantik
AGAS PUTRA HARTANTO/JAWA POS
TETAP TERSENYUM: Gloria Elsa selalu setia melaksanakan pekerjaannya untuk membantu merias jenazah dengan tidak ada rasa takut.
0 Komentar

Tahun berganti. Tak disangka, status Facebook yang dibuat pada 2017 itu viral di awal tahun ini. Di suatu pagi, perempuan 35 tahun itu kaget ketika melihat beberapa pemberitahuan muncul di aplikasi pesan instannya, WhatsApp.

Lebih dari 100 pesan instan menyerbu ponselnya. Isi pesannya terkait donasi make-up yang kedaluwarsa. “Baru bangun tidur ngelihat handphone. Buset, pesan gue banyak amat dah,” ucapnya, lalu tertawa kecil.

Alat-alat rias pun berdatangan ke rumahnya. Mulai yang belum pernah dipakai hingga yang kedaluwarsa. Mereknya pun sempat membuatnya terperangah. Merek dari yang biasa dimiliki kaum borjuis hingga proletar ada. Lengkap.

Baca Juga:WNA Mempunyai KTP-El Tidak Melanggar AturanDisdukcapil Terbitkan 27 KTP-el WNA

Pengirim alat make-up berasal dari Jakarta dan luar Jakarta. Pengirimannya juga beragam. Dikirim menggunakan jasa ojek daring dan ada yang bertemu langsung.

Dia menyortir semua alat rias berdasar tahun kedaluwarsa. Sortir itu bertujuan mengetahui alat rias mana saja yang perlu dicampur dengan baby oil. Selain itu, dia memisahkan warna foundation sesuai dengan tone kulit. Menurut dia, tone kulit orang Indonesia Timur lebih sulit.

Make-up natural jadi pilihan Gloria saat merias jenazah. Dia menghindari riasan yang terlalu heboh. Misalnya, menggunakan corrector di beberapa titik wajah.

“Ini riasan untuk menghadap Tuhan. Jadi, riasan yang terbaik ya seperti riasan yang sedang tidur saja,” ujarnya.

Selama menjalankan misi sosialnya tersebut, tidak jarang dia menemui beragam permintaan yang bikin hatinya kesal. Misalnya, permintaan riasan dengan rambut disasak yang tinggi.

Menurut dia, itu berlebihan. Dia mengatakan, boleh disasak, tapi tak perlu tinggi banget. Disasak yang wajar saja.

Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya, Gloria memberikan masukan dengan perlahan. Dia menjelaskan keinginannya seperti apa, kemudian memberikan alasan terkait menghadap Tuhan. Jadi, butuh riasan yang natural.

Baca Juga:DPMPTSP Masih Menunggu Pengajuan SITU Pedagang PABPDIP Tempati Posisi Teratas di KBB

Setiap jenazah memiliki tantangan yang berbeda-beda. Misalnya, jenazah yang meninggal karena penyakit jantung. Kulit jenazah cenderung berubah warna menjadi gelap. Biasanya, dia membutuhkan banyak corrector. “Lalu, urusan mata, aku padu padankan dengan pakaian. Cenderung cool tone saja sih,” katanya.

Komitmen tidak menarik biaya dalam merias jenazah dijaga benar oleh Gloria hingga suami kembali ke pangkuan Tuhan. Dia bahagia bisa membantu, terutama kalangan tak berpunya.

0 Komentar