Telusuri Rekam Jejak Korupsi Caleg

Telusuri Rekam Jejak Korupsi Caleg
BEDAH KASUS: Indonesia Coruption Warch (ICW) menggelar diskusi di Kebayoran Baru Jakarta (25/2) untuk menelisik para calon anggota legislatif DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang terlibat kasus korupsi dan pernah terjerat hukum.
0 Komentar

“Tak bisa mengelak lagi. Setnov akhirnya lengser dari kursi pimpinan DPR dan Ketua Umum Partai Golkar untuk kemudian mendekam di penjara,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya berharap Rekamjejak.net dapat menjadi rujukan bagi publik dalam memonitoring dan menilai integritas para caleg sebelum memutuskan memilih.

Sementara itu, Juru Bicar KPK, Febri Diansyah menyatakan dukungannya terkait terobosan terbaru ICW tersebut. Ia menilai, Rekamjejak.net dapat membantu publik untuk mengetahui siapa caleg yang tepat untuk dipilih. “Agar pemilih tidak membeli kucing dalam karung. Artinya memilih caleg yang sama sekali tidak diketahui termasuk sisi rekam jejaknya,” kata dia.

Baca Juga:Hari Ini, Tiket KAI Lebaran Mulai DijualDaripada Berbadan Hukum Lebih Baik Tak Punya KTP-El

Senada dengan Febri, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya memandang langkah yang dilakukan ICW dalam menyediakan rekam jejak para caleg sangat penting. Hal ini lantaran masih banyak partai politik yang kembali mencalonkan politisi mantan koruptor. “Dengan website yang diluncurkan ICW dapat membantu pemilih akan rekam jejak para Caleg yang ada di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, pendiri Positive Movement, Inayah Wahid mengatakan, publik semestinya menimbang keuntungan apa yang akan mereka dapatkan sebelum akhirnya memilih caleg untuk menjadi wakil mereka. Dikatakannya, Rekamjejak.net hadir sebagai pedoman bagi publik untuk memastikan apakah caleg pilihannya pantas untuk kembali menduduki kursi wakil rakyat atau tidak.

“Keika kita memilih, sebelumnya kita tentukan dulu value kita apa. Apa yang penting buat saya, apa yang saya pilih, apa yang saya rasa penting buat negara, apa yang akan berkaitan langsung,” katanya.

Pasalnya, putri keempat mendiang Mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu menilai Pemilu 17 April nanti menjadi kesempatan bagi publik untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, sekaligus berintegritas.(riz/ful/fin)

0 Komentar