Jalan Butut Sulitkan Evakuasi

Jalan Butut Sulitkan Evakuasi
TERUS DICARI: TNI dan BPBD saat melakukan proses pencarian korban yang diduga tertimbun dalam reruntuhan puing bangunan di Desa Sirnaresmi, Cisolok, kemarin.
0 Komentar

Hasto mengakui, belum ada pengerahan prajurit dari Kodam III/Siliwangi untuk membantu Korem 061/Surya Kencana. ”Sejauh ini masih bisa di-handle oleh tingkat korem,” imbuhnya.

Namun demikian, bukan berarti prajurit di Bandung tidak bersiap diri. Dia memastikan bahwa kekuatan yang dimikili instaninya siap dikerahkan kapan pun. ”Tentu kami sudah siap mendorong kebutuhan yang dibutuhkan,” tegasnya.

Perwira menengah TNI AD itu juga menyampaikan, jajarannya siap membantu pemerintah daerah setempat untuk menanggulangi musibah yang terjadi di sana. ”Saya yakinkan bahwa unsur-unsur di tingkat kodim, koramil, maupun babinsa setempat sudah memonitor dan melakukan langkag-langkah upaya untuk membantu evakuasi dan identifikasi,” beber Hasto.

Baca Juga:Berhasil Meriahkan Pergantian Tahun di Majalengka18 Ton Sampah Terkumpul di Tahun Baru

Sampai kemarin sudah ada dua alat berat yang dikirim. Kedua alat tersebut mau tidak mau harus dikerahkan untuk memudahkan pencarian korban yang diduga masih tertimbun tanah.

Dengan kondisi dan situasi di lokasi kejadian saat ini, pengerahan alat berat dinilai perlu. Tujuannya tidak lain guna mempercepat proses pencarian korban. Sehingga peluang menemukan korban selamat tidak menipis.

Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) setiap bulan sudah mengeluarkan surat edaran tentang potensi longsor di berbagai provinsi. Data tersebut bukan hanya mencakup detail per kabupaten, tapi didetailkan hingga level kecamatan.

Selain itu juga diberi informasi jenis potensi longsoran. Kecamatan Cisolok di Kabupaten Sukabumi termasuk dalam daerah potensi longsor. Kategori potensi longsor di daerah tersebut menengah hingga tinggi.

Sekretaris Badan Geologi Antonius Ratdomopurbo mengungkapkan sudah ada tim dari Badan Geologi yang mendatangi lokasi tersebut untuk melihat kondisi.

”Kalau kabupaten mengalami longsor mau lapor atau tidak kami cek. Itu otomatis,” ujar pejabat yang akrab disapa Purbo itu.

Ditambahkan, waktu longsor itu memang tidak bisa diprediksi dengan pasti. Badan Geologi hanya memberikan prediksi daerah-daerah yang rawan longsor.

Baca Juga:Pergantian Tahun di Kawasan Wisata AmanKeberadaan AMS Harus Bermanfaat

Gunanya untuk meningkatkan kewaspadaan kepada masyarakat setempat atau mereka yang akan tinggal di lokasi tersebut. Misalnya untuk wisatawan yang berlibur di satu daerah.

”Karena ini sifatnya kewaspadaan. Maka perlu mitigasi bencana. Memang sejauh ini kewaspadaan itu masih perlu ditingkatkan terus, ungkap Purbo.

0 Komentar