Akur Diminta Perhatikan Kesejahteraan Petani di KBB

petani kbb
NASIB PETANI: Pemkab diminta lebih pro terhadap kesejahteraan petani di Bandung Barat. Sebab anggaran yang sudah digelontorkan cukup besar.
0 Komentar

NGAMPRAH– Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dan Hengki Kurniawan (Akur) diminta untuk lebih pro terhadap kesejahteraan para petani. Sebab, anggaran yang digelontorkan dari Ang­garan Pendapatan dan Be­lanja Daerah (APBD) saat ini mencapai Rp 40 miliar.

“Kesejahteraan petani ha­rus lebih diperhatikan oleh pemerintah. Sekarang ang­garan untuk program perta­nian dikucurkan sampai puluhan miliar. Dan saya rasa itu angka cukup fantas­tis. Jika betul-betul angga­ran ini disalurkan kepada petani, saya rasa ini luar biasa,” kata Anggota Komisi II DPRD KBB, Ade Wawan di Ngamprah, kemarin.

Menurut Ade, saat ini may­oritas masyarakat Bandung Barat masih berprofesi se­bagai petani. Namun begitu, masih banyak masalah yang harus dihadapi oleh para petani. Diantaranya masih mahalnya harga pupuk, ma­salah pengendalian harga pasar dan sulitnya pemasa­ran hasil produksi para pe­tani sendiri.

Baca Juga:Musisi dan Penyanyi Harus BersertifikasiHindari Merokok Dekat Anak-Anak

“Kestabilan harga, masalah pemasaran harus bisa dise­lesaikan. Dan tolong, saya minta dinas terkait untuk bisa bekerjasama dengan bagian ekonomi, supaya masalah-masalah seperti ini bisa segera selesai,” katanya.

Ade yang juga politisi PKB ini mengatakan, saat ini di­nas banyak melaksanakan program seperti bimtek. Padahal, kata dia, program-program yang disusun itu harus langsung menyentuh masyarakat petani.

“Bukan tidak perlu, namun ketimbang banyak pelatihan, lebih bagus itu langsung praktek,” katanya.

Kendati demikian, dia men­gatakan, jika melihat sejum­lah program dari pemerin­tahan saat ini itu cukup menjanjikan. Salah satu program yang layak diapa­reasi yakni program 1.000 traktor untuk para petani.

Namun demikian dia me­negaskan, dalam pelaksana­annya program tersebut te­tap harus dilaksanakan tepat sasaran.

“Program ini harus tepat sasaran. Kelompok petaninya pun harus jelas, karena jangan sampai diberikan ke kelompok jadi-jadian. Sebab, jika itu tidak sampai tepat sasaran itu akan mubah dan tidak tepa guna. Sekarang tinggal kinerja di dinasnya saja,” katanya.

Lebih lanjut dia menamba­hkan, agar bantuan program tersebut tepat sasaran maka dinas harus mendata dan menyeleksi kelompok tani.

0 Komentar