Prioritas Bantuan Pendidikan Masuk KUA-PPAS

Prioritas Bantuan Pendidikan Masuk KUA-PPAS
KOMITMEN DORONG: Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi dia menyebutkan DPRD Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendorong anggaran pendidikan melalui Komisi V DPRD Jawa Barat terutama Bantuan Pendidikan Menengah Umum Universal (BPMU).
0 Komentar

BANDUNG – Kalangan dewan DPRD Jawa Barat (Jabar), akan terus memprioritaskan anggaran pendidikan jadi skla wajib untuk terus dianggarkan pada APBD 2019 nanti. Bahkan untuk Ban­tuan Pendidikan Menengan Umum Universal (BPMU) dewan sudah menekankan untuk dianggarkan oleh Dinas Pendidikan Jabar.

Ketua DPRD Jabar Ineu Pur­wadewi mengatakan, untuk bidang pendidikan DPRD Jabar melalui komisi V tetap berkomitmen terus mendorong dengan ketentuan anggaran 20 persen. Bahkan, jika dito­tal anggaran untuk pendidikan semenjak alih kelola SMA/SMK ke Jabar bisa mencapai 40 persen dari total APBD.

Ineu mengakui, untuk BPMU pada 2018 belum sepenuhnya bisa dicairkan. Sebab, pada wak­tu itu Pemprov Jabar sedang men­galami keterbatasan anggaran. Sehingga, untuk BPMU bisa disa­lurkan pada 2019 nanti.

Baca Juga:Bina UMKM Dapat Penghargaan ICSBFestival Gedung Sate Kembali Digelar

”Dari kejadian kemarinkan saya sangat memahami dari sekolah swasta menyampaikan aspira­sinya kepada dewan, untuk itu untuk mengantisipasi di APBD 2019 dewan sudah menekankan untuk dilakukan penghitungan pasti,” jelas Ineu ketika ditemui di gedung DPRD, kemarin (16/11).

Ineu memastikan, kepada di­nas terkait untuk mempersiap­kan penggaran BPMU di 10 bulan minta untuk dianggarkan untuk APBD 2019. Bahkan, usu­lan dan masukan dari dewan meminta agar anggaran untuk BPMU ditambahkan dari alo­kasi pada APBD 2018. Menurut­nya, Penyaluran BPMU untuk sekolah-sekolah swasta pada 2018 diakui ada kekurangan dan baru dihitung sebesar Rp 24 ribu persiswa. Sehingga pada sidang paripurna sudah disampaikan pada rencana Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Se­mentara (KUA-PPAS) 2019 agar BPMU menjadi prioritas wajib.

”BPMU itu memiliki korelasi yang signifikan untuk mening­katkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jabar,” kata Ineu.

0 Komentar