”Iya tetap sekolah tapi enggak pakai sepatu. Kalau lagi banjir pulangnya bisa langsung berenang,” kata Rafka.
Bahkan, Rafka dan keluarganya pun turut menjadi salah satu pengungsi di dekat Kantor Desa Dayeuhkolot. Sekiranya sudah 2 hari dia tidur dipengungsian karena rumahnya kebanjiran. (ona/JPC/ign)
