”Dan itu menjadi alasan dan keteteladanan yang layak untuk digugu dan ditiru oleh siswa,” urai penulis Revolusi Mental (Penerbit: Himpunan Psikolog Indonesia-HIMPSI, 2015) tersebut.
Dari riset pendidikan karakter, kata dia, tanggung jawab anak sampai usia 17 tahun adalah tanggung jawab orang dewasa untuk memberikan tuntunan dan keteladanan. Jadi jangan langsung menuntut anak untuk bisa mengaplikasikan nilai-nilai karakter tanpa dicontohkan dengan keteladan. Sebab, yang harus diperbaiki terlebih dahulu adalah akhlak orang dewasanya terlebih dahulu.
”Anak belajar dengan mengamati dan meniru perilaku orang dewasa di lingkungan terdekatnya maupun media. Kita sebagai orang dewasa harus mau mendengarkan ”suara anak.” Apa yang menjadi kebutuhan mereka dan trend yang sedang berkembang di dunia mereka,” papar penulis Panduan Umum Pendidikan Karakter Bandung Masagi (Penerbit: Dinas Pendidikan Kota Bandung, 2017) tersebut.
Baca Juga:Korban Ledakan Gas dapat BantuanWajib Raih Tiga Poin
Sebagai sesama makhluk hidup, kata dia, anak memiliki posisi setara untuk dihargai. Sebab, penelitian membuktikan anak yang merasa dihargai minat dan kebutuhannya akan terdorong bertanggung jawab jika pendidikan karakter dilakukan dengan proses dialog.
Anggota tim Naskah Akademik Jabar Masagi Dr Nike Kamarubiani M.Pd menambahkan, diperlukan kecakapan guru dalam mengembangkan pendidikan karakter. Dengan kata lain, tidak perlu ada kurikulum khusus tapi menjadi intra maupun ekstra kurikuler.
”Nah, guru harus bisa mengaplikasikannya secara integrasi, tidak parsial dari kurikulum,” ungkap Nike kepada Jabar Ekspres, belum lama ini.
Menurut Nike, pendidikan karakter itu tidak mengada-ngada. Tapi menghidupkan yang sudah ada. Dan Pendidikan karakter itu akan mudah bila dilakukan bersama-sama.
Sesuai dengan tagline Jabar Masagi, kata dia, nanti pelaksanaanya tidak akan mengada-ngada. Tapi menghidupkan kembali kebiasaan-kebiasaan lama yang mungkin semakin hilang.
Bagaimana permasalahan karakter budaya siswa saat ini? Dari kajian psikologis, apakah pelajar langsung mengaplikasikan Jabar Masagi?
Menurut Nike, Jabar Masagi harus mulai dikenalkan dari hal-hal mudah secara terus menerus, hingga menjadi suatu kebiasaan. Dan tak kalah penting dari pendidikan karakter adalah contoh teladan dari orang dewasa di sekitar siswa, baik guru, kepala sekolah, orangtua, maupun masyarakat.
