Arus Dasar Laut Bikin Sulit SAR

Arus Dasar Laut Bikin Sulit SAR
IMK/FIN/JABAR EKSPRES
TUNGGU KEPASTIAN: Keluarga korban saat melapor untuk tes DNA di RS Raden Said Sukanto, Kramat Jati, kemarin ( 31/10). KepalaRS Polri Said Sukanto Kombes Pol Musyafak memberikan keterangan yang sudah melaporkan untuk tes DNA sebanyak 147.
0 Komentar

Musyafak lalu memberikan surat-surat terkait jenazah Jannatun kepada perwakilan Lion Air yang diteruskan ke keluarga Jannatun. Jenazah Jannatun akan dibawa ke kampung halamannya di Sidoarjo, Jawa Timur, hari ini sekitar pukul 05.00.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan pencarian tim gabungan difokuskan pada terdeteksinya sinyal black box Lion Air JT 610. Namun pencarian terkendala arus deras di bawah laut perairan Karawang.

”Indikasi kalau black box ada di satu titik sudah bisa kita tentukan, ternyata arusnya besar. Jadi ROV yang kita lepas pun dengan kapal masih mengapung akhirnya gesernya sangat jauh. Mudah-mudahan malam ini kapal sudah bisa lego jangkar dan kita bisa lepas ROV,” kata Marsekal Hadi di posko utama evakuasi di JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin (31/10).

Baca Juga:Pabrik Liquid Vape Narkoba DigerebekAntisipasi Kecurangan Harus Daftar Ulang

Hadi menyebut badan pesawat Lion Air diduga kuat berada di lokasi terdeteksinya sinyal black box. Hadi juga sudah berkoordinasi dengan Menteri ESDM untuk menyiapkan crane mengangkut badan pesawat.

”Skema kegiatan adalah lego jangkar semua kapal-kapal survei mendekat termasuk penyelam mendekat sehingga kita sisir bagian yang kemungkinan pecahan-pecahan pesawat itu menyebar di sekitar itu,” sambungnya.

Jangkar kapal pencarian belum diturunkan karena menunggu izin persetujuan dari Pertamina. Di lokasi terdeteksinya sinyal black box terdapat pipa-pipa Pertamina.

”Minta clearance kepada Pertamina di daerah yang aman untuk melego jangkar supaya kapalnya diam. Setelah diam diturunkan ROV, setelah ROV melihat barang tersebut, penyelamnya turun itu mekanismenya,” sambung Hadi.

Sebelumnya Kabasarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi menyebut pencarian dilakukan 24 jam. Namun penyelaman malam dilakukan bila arus di dasar laut aman bagi penyelam.  ”Penyelaman malam akan dilakukan apabila arus aman,” kata Syaugi. (dna/jpc/dtk/ign)

0 Komentar