Ditawari Bangun Usaha di India

Harmoni Gitar
JADI BRAND: Taufik menunjukkan sejumlah gitar yang diproduksidengan brand Harmoni Gitar di workshopnya, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

Putar Haluan

Di meja lain, Andri teman Taufik sedang menyusun gagang gitar. Andri lulusan Pelayaran PIP, namun karena panggilan jiwanya, ia tak berlayar. Memilih menjadi pekerja seni.

Dia bergabung sejak pertama kalinya worksop Harmoni gitar di dirikan delapan tahun silam. “Berawal dari kecintaan pada musik, dan mencoba memperbaiki gitar teman-teman dekat, saya berada di sini,” katanya.

Sejak saat itu, ia mulai berpikir mendirikan workshop. Kala itu ia memulai mencari bahan baku dari temannya yang merupakan tukang potong kayu.

Baca Juga:Pemkab Tindak Pengusaha Penunggak PajakProgram KB Atur Angka Pertumbuhan Penduduk

Awalnya, produksi menggunakan kayu jati. Lalu kayu nangka dan mangga. Hingga akhirnya jadilah beberapa gitar pesanan orang yang dibanderol Rp2 juta hingga Rp5 juta.

“Sebulan bisa jadi enam gitar kalau kita kerja bersama-sama,” lanjut Andri.

Kadang, kesulitannya ada pemesan yang mau kayu impor seperti kayu Alden. Untuk itu dicarilah pemasoknya hingga keluar Makassar. “Di Makassar agak sulit cari kayu jenis itu,” lanjut Taufik. (*/rif-zuk)

0 Komentar