Ditawari Bangun Usaha di India

Harmoni Gitar
JADI BRAND: Taufik menunjukkan sejumlah gitar yang diproduksidengan brand Harmoni Gitar di workshopnya, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

Belajar otodidak. Yang tersulit saat pemesan ingin gitarnya berbahan kayu impor.

DEWI SARTIKA MAHMUD, Makassar

HARMONI Gitar Makassar, salah satu brand gitar karya tangan anak muda di Kota Daeng. Tak diperjualbelikan di toko umum.

Mereka punya workshop sendiri. Yang berminat, langsung ke sana, di Jalan Yusuf Dg Ngawing. Atau, memesan lewat toko online alias media sosial.

Baca Juga:Pemkab Tindak Pengusaha Penunggak PajakProgram KB Atur Angka Pertumbuhan Penduduk

Di sana, Taufik bersama lima rekannya, Andri (31), Enal (36), Cais (31), Jefry (33), dan Herman (48) menghabiskan waktunya membuat gitar. Kebanyakan pesanan.

”Ini tanah milik orang, tapi kami dipercayakan menjaganya dan dijadikanlah pabrikan gitar,” tutur Taufik, Senin, 22 Oktober.

Mengenakan baju kaus coklat, Taufik menyambut hangat penulis. Pria ini merupakan salah satu penggagas bengkel dan workshop Harmoni Gitar.

Workshopnya berada di atas lahan yang cukup luas. Cukup Sejuk. Dikelilingi pepohonan. Ada satu tempat khusus untuk menampung bahan mentah pembuatan gitar.

Tak ketinggalan beberapa perkakas dan alat merangkai rangka gitar disusun rapi di bawah tenda biru yang dijadikan sebagai penghalau panas matahari.

Hanya Taufik dan Andri yang ada di sana. Keempat rekannya sedang keluar. Taufik memperlihatkan alat-alat yang dipakainya merangkai gitar. Semuanya dari bahan bekas.

Suami dari Sarnia Sinta ini tidak membelinya. Hanya merangkai sesuai gunanya. Taufik lalu memasuki satu ruangan khusus. Aneka bodi gitar digantung di situ. Dari gitar klasik akustik dan hingga listrik.

Baca Juga:Implementasi Kampung KB Tekan Angka Jumlah KependudukanPelintasan Sebidang Akan Ditutup

”Ini pesanannya orang. Anak band Makassar sih. Saya janji dia, diambil sebulan. Sekarang tinggal pengerjaan vernisnya,” ucap pria Lulusan STIE LPI Makassar ini.

Pemesan tak hanya dari Makassar, namun kadang dari Pulau Jawa bahkan sampai ke Malaysia dan India. Namun, untuk pembeli dari India, Taufik punya cerita lucu.

Suatu ketika, orang India itu datang memesan. Dia merasa, Harmoni Gitar cukup bagus dan punya kualitas suara tak kalah dengan merek terkenal.

Akhirnya, dia menawari Taufik kerja sama bisnis. Syaratnya, usaha itu dibangun di negara Taj Mahal itu.

”Tapi karena kendala bahasa, akhirnya kami tolak. Maklum kami takut saja,” ungkap Taufik menggaruk kepalanya yang tak gatal sembari tersenyum.

0 Komentar