Untuk diketahui, AIIB merupakan lembaga keuangan multilateral baru yang dipelopori oleh Republik Rakyat Tiongkok. Di mana Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki saham. Fokus utamanya adalah menyediakan dana untuk proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Asia Pasifik.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebut skema pembiayaan yang dilakukan AIIB memiliki bunga yang lebih rendah dari bank konvensional. Sehingga diharapkan tidak terlalu membebani keuangan negara. (far/ign)
