Evakuasi Terkendala Sulitnya Medan

evakuasi pendaki rinjani
IVAN/JPG/JABAR EKSPRES
 LANGSUNG DIEVAKUASI: Para tukang ojek ikut membantu evakuasi para pendaki yang terluka dari pos II Sembalun, kemarin (30/7).
0 Komentar

JAKARTA – Pagi kemarin, 156 tim evakuasi dikerahkan untuk menolong pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani. Tim terdiri dari anggota TNI-Polri, Badan SAR Nasional (Basarnas), porter, dan tim medis. Mereka berangkat mulai pukul 08.00 Wita dari kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sembalun. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung.

Kepala Balai TNGR Sudiyono menyebutkan, jumlah pendaki yang belum turun dari Rinjani 560 orang. Terdiri dari 358 warga negara asing dan 166 orang warga negara Indonesia. Sisanya adalah porter dan guide.

Sebagian masih terjebak di kawasan Danau Segara Anak dan 60 orang terjebak di kawasan Batu Ceper. Sementara sisanya masih berada di wilayah Plawangan dan beberapa pos pendakian.

Baca Juga:Prabowo Gencar Bahas KoalisiBantah Cabut Layanan Kesehatan

Mereka yang terjebak di kawasan Batu Ceper belum bisa dipastikan bisa dievakuasi atau tidak. Karena jalan setapak ditutupi puing-puing longsor. ”Jalannya tidak kelihatan,” ucapnya.

Para pendaki tidak bisa kembali karena takutnya tersesat dan membahayakan jiwa. Karena itu, BTNGR bersama tim akan berusaha mengevakuasi mereka. Sementara satu pendaki atas nama M Ainul Taksim, 26 tahun asal Makassar meninggal dunia. Penyebabnya dia tertimbun reruntuhan longsor saat gempa, Minggu (29/7).

Untuk proses evakuasi dari Danau Segara Anak ke Plawangan, diperkirakan akan memakan waktu lima jam. ”Mudahan berjalan lancar,” harapnya.

Sudiyono menyebutkan, berdasarkan asal negara, pendaki asing terdiri dari warga Malaysia 21 orang, Prancis 35 orang,  Belanda 23 orang, Thailand 174 orang,  India lima orang , Singapura lima orang, Italia tiga orang, United Kingdom enam orang, USA lima orang, Spanyol lima orang,   Belgia tujuh orang, Swiss 13 orang, China tujuh orang.

Kanada delapan orang, Denmark empat orang,  Swedia dua orang, Australia dua orang. Kroasia satu orang,  Myanmar satu orang , Jerman 13 orang , Austria lima orang , Jepang dua orang, dan Polandia dua orang, Bahrain satu orang, dan Pakistan satu orang.

Sedangkan, pendaki dalam negeri berasal dari beberapa daerah. Seperti Jakarta 15 orang, Malang dua orang, Probolinggo empat orang, Banyuwangi satu orang, Cirebon satu orang, Tangerang dua orang, Jombang satu orang , Cilegon satu orang, Gresik dua orang, Solo empat orang.

0 Komentar