”Selama ini juga masyarakat resah, diusahakanlah semuanya musnahkan, kalo transaksi pembeli kesitu (kios), dianya khusus untuk pengiriman ke luar daerah dan kabarnya kalau tempat pembuatannya itu di daerah nyalindung, itu juga punya dia (SS),” terangnya.
Salah satu istri Dede Rohimat, 31, korban miras yang meninggal dunia Irna, 32 mengungkapkan, suaminya meminum minuman keras itu sejak Kamis pekan lalu, namun dilanjutkan pada hari Jumat. Setelah itu, katanya, Dede mengaku merasa sakit setelah minum miras oplosan tersebut.
”Almarhum suami saya mengatakan membeli miras di toko dengan gudang yang digeledah saat ini. Padahal, dia (korban) sering minum gingseng, namun tidak pernah mengeluh sakit, namun pas hari itu, dia mengeluh sakit, katanya gingsengnya berbeda,” ungkap Irna.
Baca Juga:Ciptakan 300 Ribu Pengusaha AsyikSiap Ubah Sejarah di Malang
Irna pun menjelaskan, korban minum dengan sesama teman ojeknya, uang untuk beli minuman hasil patungan dengan teman-temannya padahal dia sudah melarangnya. “Hari Kamis sudah mengeluh sakit, tapi hari Jumat dia diajak lagi sama teman-temannya, akhirnya dia minum lagi, dan hari Sabtu saya bawa ke rumah sakit,” katanya.
Menurutnya, pada Jumat malam, korban mengaku sakit dada, muka merah, mata pucat, dan penglihatannya terganggu. “Dia bilang mata nggak bisa melihat, semuanya warna putih, dan nggak jelas,” ucap Irna yang memiliki dua anak hasil pernikahannya dengan korban miras Dede Rohimat.
”Saya tidak minta apa-apa, namun, saya berharap nyawa di bayar dengan nyawa, tidak cukup hanya di hukum beberapa tahun, harus di hukum mati, karena korbannya banyak,” pungkasnya. (yul/ign)
