Wujudkan Sanitasi dan Ipal Multifungsi

Wujudkan Sanitasi dan Ipal Multifungsi
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
SARASEHAN SOCIAL: Wali kota Cimahi Ajay M. Priatna (keenam kiri) melakukan foto bersama dengan Deputy Director For Water and Sanitation KIAT Jim Cocovinsh (kelima kiri) dan jajaran dalam rangka hibah Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk Indonesia di Technopark, Jalan Leuwigajah, Kota Cimahi. Salah satu lokasi yang sudah menerapkan IPAL terpadu untuk menciptakan sanitasi yang baik bagi masyarakat yakni RW 8 kelurahan Pasir Kaliki, kecamatan Cimahi Utara.
0 Komentar

Menurut Ajay, jumlah tersebut dibagi dalam Dua program, yaitu Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pusat sebanyak 126.603 jiwa dan Program Jaminan Kesehatan Daerah sebanyak 10.894 jiwa.

’’Akhir tahun ini saya targetkan minimal 9.700 orang sudah mendapatkan jamkesda. Sedangkan kuota untuk PBI sudah terpenuhi,’’ ujarnya, usai memberikan Kartu Jamkesda kepada 168 masyarakat Kelurahan Karang Mekar di Aula Kelurahan, Jalan Lurah Kota Cimahi, beberapa waktu lalu.

Satu hal lagi keberhasilan dari perwujudan visi misi bidang kesehatan dari Ajay adalah program sanitasi yang menjadi salah satu upaya dari pemerintah Kota Cimahi untuk membina dan menciptakan lingkungan bersih terutama lingkungan fisik, yaitu tanah, air, dan udara yang akan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Baca Juga:Solihin Ingin Fokus Dua MasalahBerikan Motivasi Wirausahaan untuk Siswa SMA

Wali kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan,sanitasi dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Australia dan ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan sanitasi untuk 5.000 sambungan rumah. Untuk di RW 8 Pasir Kaliki, sistem IPALnya multifungsi, karena dibawahnya berupa IPAL terpadu, sedangkan diatasnya dipakai untuk jalan.

”IPAL terpadu ini bisa dimanfaatkan oleh 300 sambungan rumah. Tidak hanya disini yang kita bikin, karena itu tadi, target 2020 semua wilayah di Cimahi harus memiliki sanitasi yang baik. Untuk sekarang progres yang sudah terbangun itu sekitar untuk 2.500 sambungan rumah,” ujar Ajay M Priatna di Pasir Kaliki, Kota Cimahi, belum lama ini.

Kaitan dengan pelayanan sanitasi, kata Ajay, pada tahun 2015 pemerintah melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, telah menetapkan tiga output prioritas nasional di bidang cipta karya untuk mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan melalui program 100-0-100.

Menurutnya, program ini merupakan solusi untuk menjawab tantangan kebutuhan masyarakat akan akses air bersih, ketersediaan rumah yang layak huni, serta lingkungan tempat tinggal yang bersih dan sehat.

Ajay mengatakan, program 100-0-100 ini merujuk pada target 100 persen kemudahan mengakses air bersih, 0 persen luasan kawasan kumuh, dan 100 persen lingkungan yang sanitasinya berkategori sehat pada tahun 2019.

Bahkan, Pemerintah Kota Cimahi telah berkomitmen untuk secara serius mendukung program nasional 100–0–100 tersebut, khusus untuk sektor sanitasi Kota Cimahi telah menjabarkan target universal access sanitasi melalui beberapa program dan kegiatan yang dituangkan dalam dokumen pemutakhiran strategi sanitasi.

0 Komentar